Jumat, 19 Juni 2020

Hujan, Sarung plus Kopi


"Tarik sarungmu, nikmati aroma kopi, bersyukur buat pagi hari ini"

Selamat pagi guru blogger Indonesia. Kota Makale dan secara umum seluruh wilayah Tana Toraja hingga Toraja Utara sejak tadi subuh hingga pagi ini masih menikmati guyuran air melimpah dari langit. Tak terhitung volumenya, berkumpul di satu titik, di satu tempat luas bagi mereka, sungai Sa'dan. Semoga saja intensitas hujan ini tidak menghadirkan dampak negatif lagi. Luapan air sungai yang merendam hunian sepanjang aliran sungai Sa'dan.

Dingin suasana, bukan berarti menikmati pelukan di peraduan bersama si guling atau 02. Hari kemarin dan hari ini memiliki kewajibannya sendiri. Selesainya program kemarin, maka hari ini ada kelanjutannya. Mungkin saja ada aktifitas baru di luar perkiraan. 

Bungkus badan dengan sarung andalan Anda, bagi yang terbiasa. Boleh memulai mimpi-mimpi tanpa tutup mata. Sambil sesekali sentuh lutut dan siku buat merasakan kehangatan. Nyatakan kehangatan itu pagi ini dengan mereguk kopi hangat....Sruuuuupppppppp...ahhhhh... nikmat. Tak perlu ada si cantik atau si ganteng di samping. Kenikmatan kopi bisa terganggu. Biarkanlah kopi itu menyatu dengan pikiran Anda pagi ini. 

Waduh...hujan makin deras seiring jarum jam merangkak menuju pukul 08.30 wita. Makin kuat sarung ini menghimpit badan. Makin nyaman kopi terjun ke leher. 


Teringat kembali kalimat pak Namin, "Jadilah guru di atas rata-rata." Bagi saya, menjadi guru bukan sekedar berdiri di depan kelas, memberi tugas, memeriksa dan memberi nilai. Jika demikian, ini artinya masih standar. Harus ada yang dilakukan agar profesi guru ini dinamis. Dan memang seharusnya dinamis. Guru adalah insan profesioanal dengan kemampuan mumpuni di atas rata-rata. Jadi harus menjadi guru di atas rata-rata. Coba ingat,sudah berapa banyak alumni hasil karya Anda selaku guru. Ratusan? Ribuan? Bukankah jumlah ini menandakan bahwa kita selaku guru diberi kemampuan luar biasa dalam membentuk beragam murid kita yang variatif. Inilah pesan bahwa guru harus di atas rata-rata. Guru bisa membentuk pribadi-pribadi beragam, demikian pun halnya karya seharusnya bisa dihasilkan oleh guru.

Membaca dan menulis. Padukanlah kedua hal ini untuk menghasilkan karya. Tak perlu mewah, minimal karya dalam bentuk tulisan di blog, atau di laman facebook, twitter, IG, dll. Di mana karya itu nantinya disebarkan kepada orang banyak. Biarkan karya-karya itu melanglang buana di dunia maya. Mencari sasaran yang bisa menerima manfaat dari karya Anda. Nikmati saja prosesnya, seperti saya di balik sarung, di depan secangkir kopi. Ckckckckckck........

Nikmatilah membaca dibalik sarung Anda. Tulislah ide Anda sambil mereguk kopi. Apresiasi gadget Anda dengan menghasilkan tulisan.

Pagi ini beranda medsos dihiasi berita duka. Selamat jalan kandaku, sahabatku. Sampai bertemu di Yesusalem baru. Tuhan telah mengangkat penyakitmu dan kini kau bersamaNya.


RIP. bapak Andarias Peri Patandean, S.Th. Guru di SMAN 3 Tana Toraja. Saya mulai bersama dengan beliau sejak 2007 di SMAN 9 Tana Toraja. Kemudian sama-sama lagi di SMAN 3 Tana Toraja.

PGRI Kab. Tana Toraja menyatakan duka cita mendalam.

Kini senandung ini menemani di sana: 
Kau bawaku terbang tinggi
Melintasi langit biru. 
Terbang dengan sayap-MU
Sungguh indah bersama-MU"

Selamat pagi.


#DinginToraja #HangatTulisan
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Promo Buku

Promo Buku
Bisa pesan langsung ke Penerbit ANDI Offset atau lewat Penulis (Klik Gambar).

Personal Contact Information

E-mail: romapatandean@gmail.com
HP: 081355632823

About Me

Foto saya
Be proud of the imperfection. It is the true guide to the ultimate welfare of the soul.

YouTube Roma Patandean

Followers

Visitors

Free counters!

Update COVID-19 di Indonesia