PROFIL

Yulius Roma Patandean, S.Pd., lahir di Tana Toraja, 6 Juli 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007). Saat ini sementara melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

MENGENALI PLATFORM PENDUKUNG BELAJAR ONLINE

Belajar dari rumah (BDR) merupakan salah satu tindak lanjut anjuran pemerintah untuk memotong rantai penyebaran COVID-19. Sekolah menyelenggarakan BDR artinya sekolah tidak menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Bagaimanapun opsi mengumpulkan siswa di sekolah untuk proses pembelajaran masih menjadi pertimbangan serius. Terutama untuk wilayah dengan zona orange, merah hingga hitam pandemi COVID-19.

BDR dan PJJ di Masa Pandemi Covid-19

Di awal tahun 2021, tepatnya pada awal bulan Februari ini, program Belajar Dari Rumah (BDR) masih menjadi opsi pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan. BDR dilaksanakan dalam dua acara, yakni Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) daring (online) dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) luring (offline). PJJ daring mengutamakan ketersediaan sumber daya internet, smartphone dan paket data. Sementara PJJ luring memanfaatkan layanan radio, TV Edukasi, modul, hingga pemanfaatan video pembelajaran dan sumber belajar lainnya di lingkungan peserta didik.

Cara Memanfaatkan Video Pembelajaran di Kelas Digital dan Kelas Terbalik

Pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) harus diakui sangat mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis digital. Digitalisasi turut pula mendorong lahirnya konten-konten video pembelajaran yang berkualitas. Tak bisa dipungkiri bahwa di masa akan datang, video pembelajaran akan banyak memuat bahan ajar berbasis real life, seperti video praktik Biologi berbasis virtual reality (VR). Jika saat ini pembelajaran di laboratorium sebatas mempraktekkan teroti yang siswa peroleh di ruang kelas, maka teknologi VR akan menghadirkan kondisi nyata ayng lebih mempermudah eksplorasi siswa.

MENGEFEKTIFKAN BELAJAR JARAK JAUH: MENGENALI MASALAH DAN MENEMUKAN SOLUSI

Mengajar secara jarak jauh telah menjadi salah satu kegiatan utama banyak pendidik saat ini. Seperti yang sementara berlangsung di berbagai negara, dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, sekolah-sekolah di Indonesia, lewat kebijakan pemerintah, telah memilih aktifitas pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan secara umum pembelajaran berlangsung online.

Selasa, 31 Mei 2022

Refleksi Minggu ke-24, Pendidikan Guru Penggerak, Sabtu 28 Mei 2022

Refleksi Minggu ke-24, Sabtu 28 Mei 2022

Persiapan Penilaian Akhir Semester Genap tahun pelajaran 2021-2022 masih berlangsung minggu ini. Khusus pada bidang studi yang saya ampuh, Bahasa Inggris masih berproses. Ada 5 jenis soal dan perangkatnya yang saya siapkan. Dua jenis soal mata pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas X dan kelas XI; dua jenis soal untuk mata pelajaran Bahasa Inggris Peminatan untuk kelas X dan XI; dan 1 jenis soal untuk mata pelajaran Bahasa Inggris Lintas Minat kelas X.

Adapun Penilaian Akhir Semester di sekolah saya dilakukan menggunakan Google Form. Semua guru sudah bisa mengupload soal di Google Form. Tambahan pula, mereka telah memahami fitur dari akun belajar.id yang mereka gunakan sebagai email masuk ke Google Form.

Minggu ini saya mendapat tugas mewakili kabupaten Tana Toraja di jenjang SMA untuk mengikuti kegiatan Seleksi Guru Pembelajaran Smart School di Makassar. Sesuai surat undangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, saya akan berada di Makassar selama 3 hari, dari hari Senin-Rabu. Informasi ini pun sudah saya sampaikan ke kelas-kelas yang saya ajar.

Pada hari Senin, 23 Mei 2022, saya masih menyempatkan diri ke sekolah. Ada satu kegiatan pokok yang harus saya jalankan, yaitu sinkronisasi server Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten. Ada 42 siswa di sekolah yang akan mengikuti lomba ini secara online.

Disamping sinkronisasi server, saya juga menyempatkan masuk ke kelas X IBB. Tepat pukul 07.00 wita, setelah menyalakan computer server dan computer client di lab Bahasa, saya melangkahkan kaki ke kelas X IBB. Sebelum saya ke sana, 4 murid sebelumnya mengunjungi saya ke lab. Mereka bertanya, apakah bisa menggunakan HP selama belajar Bahasa Inggris. Saya mengiyakan, dan mereka menyambung, bolehkah menggunakan satu HP per kelompok. Saya membalas, “Sesuai kesepakatan kelas kalian.”

Demikian pembicaraan singkat kami. Dalam pertemuan di kelas, saya memandu mereka untuk kembali menekankan kesepakatan kelasnya. Kemudian mereka duduk pada kelompok yang telah mereka sepakati pada pertemuan sebelumnya. Topik pembahasan adalah lirik lagu Bahasa Inggris dengan tujuan pembelajaran yang juga telah mereka usulkan, yakni memahami tenses yang digunakan pada lirik lagu. Adapun lirik lagu yang mereka bahas adalah lirik lagu yang telah di sepakati di kelompoknya.

Setelah selesai dengan siswa di kelas, saya kembali ke lab Bahasa untuk melanjutkan sinkronisasi server. Sebelum pukul 09.00 wita sinkronisasi pun selesai dengan baik. Selanjutnya, saya memandu dua rekan guru untuk mengoperasikan server dan client selama saya ada di Makassar.

Memastikan persiapan OSNK dan kegiatan pembelajaran di kelas telah berjalan dengan baik, saya pun pamit untuk pergi ke Makassar. Perjalanan saya tempuh kurang lebih 7 jam. Berangkat jam 10.15 dari Makale, Tana Toraja dan masuk kota Makassar pukul 17.45 wita. Saya sampai di lokasi kegiatan di Grand Asia Hotel pukul 18.10 wita.

Kegiatan Smart School di Grand Asia Hotel, Makassar. Sumber. Dok. Pribadi


Selama di Makassar saya mengikuti kegiatan seleksi lewat presentasi di dalam studio mini. Proses berjalan dengan baik dan lancar.

Hari Rabu siang saya minta izin ke panitia kegiatan untuk cepat keluar dari hotel oleh karena ada kegiatan sosialiasi penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 11 Pinrang. Perjalanan Makassar-Pinrang saya tempuh 3,5 jam. Kegiatan saya ikuti dengan baik. Ditemani pak Mustari selaku wakasek kurikulum saya melanjutkan perjalanan ke Makale, Tana Toraja disertai hujan deras sepanjang perjalanan.

Pendampingan siswa pada lomba storytelling. Sumber: dok. pribadi


Hari Sabtu, saya mendampingi dua siswa mengikuti lomba Storytelling di Aula Universitas Kristen Indonesia Toraja. Oleh karena pada waktu yang hamper bersamaan dengan kegiatan lomba, saya juga diundang menghadiri Musyawarah  Kabupaten IV Asosiasi Pengawasa Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Tana Toraja di aula Kantor Kemenag Tana Toraja, maka seizin kepala sekolah saya mengajar guru BK untuk membantu saya mendampingi siswa di lomba.

Semua aktifitas ini sangat berkaitan erat dengan pemanfaatan sumber daya. Pada modal manusia, saya bisa memaksimalkan potensi pada siswa di kelas dan potensi pada guru di OSNK. Selama di Makassar saya bisa menjalani kegiatan dengan baik karena memaksimalkan potensi pada diri saya dan kolaborasi dengan orang lain. Ini tentunya sangat membahagiakan saya dan terus memotivasi saya untuk belajar lebih jauh lagi tentang pemanfaatan sumber daya.


Share:

Minggu, 22 Mei 2022

Refleksi Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

 Refleksi Minggu ke-23, Sabtu 21 Mei 2022

Saya bersama Prof. Burhanuddin Arafah di Objek Wisata Ke'te Kesu, Toraja Utara. Sumber: Dok. Pribadi

Di sela-sela persiapan mengisi libur Hari Raya Waisak awal minggu ini, telepon memberi kode adap panggilan suara masuk lewat WhasApp. Saat itu saya sementara melayani ibadah sore di gereja sebagai operator LCD. Sepintas saya melihat, panggilan yang masuk nomor baru. Segera saya balas lewat chat dengan kalimat, “Mohon maaf, sebentar ya, lagi sementara ibadah.”

Selepas ibadah saya mendapat chat dari nomor yang memanggil tadi. Ternyata beliau adalah Prof. Burhanuddin Arafah, guru besar di Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar. Pembicaraan di telepon pun berlangsung dan beliau meminta saya menjadi guide selama perjalanan di Tana Toraja pada tanggal 16 Mei 2022.

Bagaimana dengan proses belajar di sekolah? Seperti yang telah saya lakukan selama mengikuti pendidikan guru penggerak, di kelas X IBB dan XI IBB yang saya ajar, sebelum memulai pembelajaran di kelas, selalu saya lakukan penyusunan kesepakatan kelas. Murid menyepakati beberapa ketentuan yang akan kami patuhi selama belajar 2x45 menit. Selain itu, murid juga saya libatkan dalam menentukan tujuan pembelajaran dari materi pokok yang kami bahas. Misalnya di kelas XI IBB pada materi pokok lirik lagu berbahasa Inggris, murid mengusulkan tujuan pembelajaran pada memahami makna lirik lagu dan memahami unsur kebahasaan dalam bentuk tenses yang terdapat pada lirik lagu.

Sementara itu, kegiatan belajar berproses pada pembelajaran berpusat pada murid dengan aktivitas murid belajar dalam kelompok 4-5 murid. Pada pembelajaran minggu ini di kelas XI IBB, saya tidak pernah menjelaskan materi pelajaran karena materinya telah saya siapkan lewat video pendek di YouTube dan murid telah mengaksesnya sebelumnya. Pada kegiatan belajar saya mencoba mengenali pemahaman murid saya tentang makna lirik lagu dan tenses di dalamnya dengan mengajukan dua pertanyaan utama. Pertanyaan pertama terkait makna lagu dan pertanyaan kedua tentang tenses. Oya, sebelumnya saya meminta murid berdiskusi di kelompoknya untuk memilih satu lirik lagu yang paling populer diantara mereka dan paling mudah mereka kuasai tenses-nya.

Tambahan pula, murid boleh menggunakan satu handphone di kelompoknya. Handphone saya izinkan penggunaannya di materi kali ini sesuai dengan kesepakatan kelas. Maksudnya agar murid bisa mengakses internet untuk mencari lirik lagu, menerjemahkan dan mengerjakan pre test dan post test yang saya berikan. Berbicara pre test dan post test, keduanya saya gunakan untuk mengukur kemampuan murid dalam memahami tenses pada lirik lagu bahasa Inggris.

Tentunya pada kegiatan yang saya jalani sepanjang minggu ini, tidak terlepas dari kendala. Halangan utama saya adalah pada minggu ini saya bertindak sebagai proktor Olimpiade Sains Nasional. Ada 3 hari kerja, yakni hari Selasa-Kamis. Ada dua hari jam mengajar saya yang kena imbas kegiatan OSN. Tapi prinsip belajar saya, tidak ada kelas kosong. OSN berjalan demikian pula proses belajar di kelas. Saya menerapkan mixed learning pada minggu lalu. Murid mengakses materi di YouTube dan Blog, sambil saya mengisinya beberapa menit untuk konfirmasi. Adalpun lembar kerja murid saya buatkan tiap kelompok agar lebih mudah dianalisis hasil kerja siswa nantinya.

Khusus pada kegiatan pre test dan post test di kelas XI IBB, saya menggunakan aplikasi Kahoot! sebagai medianya. Aplikasi online ini saya pilih sesuai dengan usulan murid. Memang Kahoot! menarik dan ada kompetisinya, terutama ketika digunakan dalam metode kerja kelompok. Efeknya kelas menjadi lebih riuh. Sebenarnya masih ada aplikasi ayng serupa yang akan saya gunakan, yakni Class Point. Tapi pada percobaan sebelumnya, aplikasi berbasis free dibatasi pada 25 murid saja sebagai pesertanya. Hal ini agak mengganggu mengingat jumlah murid di kelas sebanyak 34 murid.

Wah, aktivitas saya minggu ini mencoba memadukan pembelajaran berdiferensiasi, sosial dan emosional, coaching dan pemetaan aset pada guru dan murid. Saya menekankan pada aset. Pertemuan tak terduga dengan Prof. Arafah adalah pemanfaatan modal manusia dan modal sosial. Adapun inventarisasi kesepakatan kelas, tujuan pembelajaran hingga pemanfaatan aplikasi online adalah pemanfaatan modal manusia dan modal lingkungan alam. Hal ini tentunya sangat membantu saya dalam upaya belajar menjadi pemimpin dalam mengelola sumber daya yang ada.

Prof. Burhanuddin Arafah di Objek Wisata Religi Buntu Burake, Makale, Tana Toraja pada kegiatan gotong-royong warga memindahkan kios menjelang Toraja Carnaval 2022

Saya sangat bahagia dan termotivasi dengan suasana ini. Banyak  hal baru yang bisa mengubah konsep mengajar dan aktivitas sosial saya.

Pada kesempatan yang akan datang saya sangat berharap agar bisa menerapkan semua elemen yang terkait dengan pendidikan guru penggerak dalam rangka mewujudkan pembelajaran berpusat pada murid dan berprofil pelajar Pancasila.

Share:

Jumat, 20 Mei 2022

Materi KD 3.9 Bahasa Inggris / Bahasa & Sastra Inggris SMA Kelas 11

THIS IS MY SONG

This is my song. Ilustration. Source. Dok. Pribadi


Tujuan Pembelajaran

Menafsirkan fungsi sosial, unsur kebahasaan berkaitan dengan lirik lagu

Menangkap makna lirik lagu yang berkaitan dengan kehidupan remaja

 

Fungsi Sosial

Menghibur, menyampaikan pesan moral lagu, dan menghargai lagu sebagai karya seni

 

Struktur Teks

Verse: a group of lines that form a unit in a song, usually sung before chorus

Chorus/ refrain: part of a song that is sung after each verse

Bridge: a part connecting chorus and verse

Intro: introduction music in a song

Interlude: a short piece of music that fills a period of time in a song.

Coda: lines that close a song.

Unsur kebahasaan (Figure of Speech)

Figurative Language that is usually found in a poem is used whenever you want to describe something by comparing it with something else. This figurative language is not only found in a poem, but most of the song writers also applied it in their composition. This figurative language which is usually used: Simile, Metaphor, Personification, Alliteration, Onomatopoeia, Hyperbole Phrasal Verbs: hold on, etc. 

Topik

Lirik lagu berbahasa Inggris terkait kehidupan remaja SMA

Contoh Fungsi Sosial Lagu

  • To entertain listeners
  • To express the deepest feelings such as, sadness, happiness, of the singer
  • To express disagreement, disapproval, motivation and opposition
  • To express love for his/her country
  • To honor a someone
  • As a soundtrack to strengthen the theme of a movie, an advertisement, etc.
  • To lead people’s mood into an event such as, a wedding party, a birthday celebration, a funeral, etc

Contoh Latihan: Find out the purpose of the lyrics (If I were A Boy – Beyonce)

 

SONG

PURPOSE

If I were a boy

I think I could understand

How it feels to love a girl

I swear I'd be a better man

I'd listen to her

To remind the man about the girl’s right

You just gotta ignite the light

And let it shine

Just own the night

Like the Fourth of July

To motivate people not to be weak, shine like fireworks

This is my fight song

Take back my life song

Prove I'm alright song

My power's turned on

To motivate to fight, to survive

Only miss the sun when it starts to snow

Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low

Only hate the road when you're missing home

To respect a woman he loves

Latihan: Find out the purpose of the lyrics

 

LILY – ALAN WALKER

SONG

PURPOSE

Lily was a little girl

Afraid of the big, wide world

She grew up within her castle walls

Now and then she tried to run

And then on the night with the setting sun

She went in the woods away

So afraid, all alone

 

They warned her, don't go there

There's creatures who are hiding in the dark

Then something came creeping

It told her, don't you worry just

 

Follow everywhere I go

Top over the mountains or valley low

Give you everything you've been dreaming of

Just let me in, ooh

Everything you want in gold, I'll be the magic story you've been told

And you'll be safe under my control

Just let me in, ooh

Just let me in, ooh

 

She knew she was hypnotized

And walking on cold thin ice

Then it broke, and she awoke again

Then she ran faster than

Start screaming, "Is there someone out there?"

Please help me

Come get me

Behind her, she can hear it say

 


LOVE YOURSELF – JUSTIN BEIBER

SONG

PURPOSE

For all the times that you rained on my parade

And all the clubs you get in using my name

You think you broke my heart, oh girl, for goodness sake

You think I'm crying on my own, well I ain't

 

And I didn't wanna write a song

'Cause I didn't want anyone thinking I still care

I don't, but you still hit my phone up

And baby, I'll be movin' on

And I think you should be somethin'

I don't wanna hold back, maybe you should know that

 

My mama don't like you and she likes everyone

And I never like to admit that I was wrong

And I've been so caught up in my job, didn't see what's going on

But now I know, I'm better sleeping on my own

 

'Cause if you like the way you look that much

Oh baby, you should go and love yourself

And if you think that I'm still holdin' on to somethin'

You should go and love yourself

 

But when you told me that you hated my friends

The only problem was with you and not them

And every time you told me my opinion was wrong

And tried to make me forget where I came from

 

 

 

  

Share:

Rabu, 18 Mei 2022

Rekap Penilaian Tengah Semester Genap Mapel Bahasa Inggris Kelas 10 Tahun Pelajaran 2021-2022

Ilustrasi bersyukur atas pencapaian. Sumber: dok. pribadi


Halo anak-anakku yang cerdas dan keren. Kali ini bapak berbagi hasil penilaian tengah semester genap pada bulan Maret 2022 yang lalu. Tetaplah bersyukur dan bangga pada pencapaian kalian. Ini adalah proses belajar. 

Silahkan menyimak nilai-nilai kalian berikut ini.









Pertahankan yang sudah baik dan tingkatkan yang masih minim.
Selamat belajar. 


Share:

Selasa, 17 Mei 2022

Mengelola Sumber Daya - Sebuah Refleksi

Refleksi Minggu ke-22, Sabtu 14 Mei 2022

Upacara Hardiknas 2022 bersama Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja


Tanggal 13 Mei 2022 penuh makna bagi saya. Betapa tidak upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 dilangsungkan pada hari itu. Saya mendapatkan undangan dari Bupati Tana Toraja untuk mengikuti upacara di tingkat kabupaten melalui organisasi profesi PGRI dan YPLP PGRI. 

Upacara kali ini sangat berkesan. Pertama, ini kali pertama saya duduk di kursi undangan selaku pengurus YPLP PGRI. Kedua, peserta upacara mengenakan busana khas daerah kain tenun Toraja. Ketiga, saya mendapat kesempatan berfoto bersama Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE dan Wakil Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, S.pA.

Sumber daya telah menjadi bagian penting dalam proses kelangsungan sebuah organisasi dan institusi. Pemanfaatan secara maksimal ragam sumber daya akan membuat institusi berjalan dengan optimal dan memberi manfaat. Demikian halnya dengan pengelolaan sumber daya di lingkungan sekolah. Sumber daya yang bisa diorganisir oleh seorang pemimpin di sekolah terdiri atas Modal Manusia, Modal Fisik, Modal Sosial, Modal Lingkungan Alam, Modal Finansial, Modal Politik dan Modal Agama/Budaya. Dalam mempelajari pengelolaan sumber daya ini, kendala yang saya temui adalah belum terkuasainya konsep sumber daya yang dimaksud.

Pada satu pagi minggu ini saya ke sekolah. Di depan lab bahasa saya mendapatkan genangan air. Para murid harus melangkah dengan hati-hati di pinggiran tembok agar sepatu tidak basah atau sekedar terhindar dari suasana becek. Lantai keramik saya lihat berubah seperti lantai tanah. Ternyata pipa wastafel mengalami kebocoran, sehingga air tidak mengalir dengan baik ke pembuangan. Saya pun mengambil inisiatif dengan meminta murid yang lewat agar saling mengingatkan untuk tidak cuci tangan di wastafel yang rusak tersebut. Selain itu saya juga mencetak tulisan peringatan yang saya tempel di dekat wastafel.

Tak berselang lama, ketika saya masuk lab terdengar suara keras air kran di wastafel mengalir. Saya menengok ke sana tidak ada murid yang cuci tangan, tetapi air mengalir deras dari kran. Tak terhindarkan lagi air makin menggenang di lantai keramik dan tentunya semakin menghalangi langkah siapapun yang mau ke toilet.

Saya pun berdiri di depan pintu lab, lalu bertanya pada dua murid perempuan yang kembali dari toilet. “Siapa yang membuka kran dan membiarkan air mengalir begitu saja tanpa digunakan, tanpa menutup kran dan justru membuat genangan air?” Salah satu murid membalas, “Ada dua murid laki-laki tadi pak yang membuka kran, sambil berlari ke toilet.” Selepas tanya jawab itu, saya menunggu murid laki-laki yang dimaksud. Sekitar 2 menit, dua murid tersebut lewat di depan pintu lab bahasa. Saya bertanya pada mereka, “Siapa diantara kalian yang membuka kran air di wastafel, dibiarkan begitu saya tanpa ditutup dan sekarang air begitu banyak tergenang?” Awalnya tidak ada yang mau mengakuinya. Saya menyambung, “Tidak ada murid laki-laki yang lewat di sini selain kalian berdua karena toilet di sana adalah tilet untuk perempuan. Ayo jujur siapa yang melakukan?” Akhirnya salah satu murid dengan postur tanggung menutup wajahnya dan mengakui perbuatannya. Setelahnya saya bertanya pada murid tersebut, “Apa manfaat yang kamu dapatkan dengan perbuatan itu? Apa tujuan yang ingin kamu capai? Apa yang mendasari perbuatanmu?” Ketiga pertanyaan saya tidak terjawab,selain kata maaf dari murid. Pada akhirnya murid yang melakukan membersihkan lantai dan mengepelnya. Setelah rampung pembersihan lantai, saya memintanya masuk kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.

Apa yang saya lakukan ternyata bagian dari pemimpin dalam mengelola sumber daya pada modal manusia. Bagi saya murid adalah sumber daya yang harus dituntun. Terlepas dari sikap usil dan kelalaian yang murid lakukan, menyalahkan bukanlah solusi terbaik. Pertnyaan yang saya ajukan lebih mengarah pada identifikasi kompetensi yang dimiliki murid. Dengan dasar pemikiran saya bahwa setiap tindakan tidak terlepas dari manfaat, maksud dan tujuan. Secara khusus pada diri saya, belajar mengontrol diri dalam menghadapi masalah merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya. Baik saya maupun murid berada dalam kategori yang sama sebagai modal manusia yang memberi kontribusi pada institusi sekolah.

Hal penting yang menjadi pembelajaran dalam peristiwa-peristiwa tersebut adalah terjadinya coaching dan pembelajaran sosial emosional serta keterlibatan aktif di lingkungan sosial dalam mengelola sumber daya. Mengikuti himbauan pemerintah untuk menggunakan busana daerah dalam sebuah upacara adalah proses mengelola sumber daya manusia, lingkungan alam, politik dan budaya. Ini tentu hal baru bagi saya dalam menghadapi masalah tanpa mengedepankan kesan menyalahkan, menasihati dan memberi sanksi. Konsep ini sangat membantu saya saat ini dan tentunya di masa mendatang.

Salam Guru Penggerak
#MerdekaBelajar
Share:

Minggu, 08 Mei 2022

Memaknai Liburan - Sebuah Refleksi Pendidikan Guru Penggerak

 

Berkumpul bersama rekan-rekan Pascasarjana. Sumber: Dok. Pribadi

Libur Lebaran pada Hari Raya Idul  Fitri 1443 H tahun 2022 mewarnai hari-hari pendidikan guru penggerak kali ini. Kurang lebih total 10 hari disediakan bagi saudara-saudara Muslim untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Sebuah penantian 2 tahun untuk bersua kembali dengan sanak famili setelah pandemi Covid-19 mulai bersahabat dengan kehidupan masyarakat.

Waktu rehat di rumah pada libur kali ini bukan berarti jari-jari dan pikiran saya ikut libur. Pikiran tetap mencerna pendidikan guru penggerak. Sementara jari-jari saya tetap pada porsinya untuk selalau mengetikkan setiap informasi yang terlintas di pikiran saya.

Pemimpin artinya ia tampil sebagai panutan, contoh dan pengambil keputusan yang memberikan kebaikan-kebaikan. Menjadi pemimpin adalah hak bagi setiap orang, menjadi tanggung jawab setiap orang dan juga menjadi karunia setiap orang. Menjadi pemimpin adalah takdir untuk setiap orang, minimal menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri. Pemimpin bukanlah sebuah jabatan, entah dalam keluarga, organisasi, instansi dan di mana saja. Pemimpin bagi saya adalah sebuah posisi yang diemban oleh seseorang karena ia memiliki kapasitas dan kompetensi untuk menggerakkan elemen-elemen yang ada di sekitarnya.

Jadi termasuk saya, telah menjadi seorang pemimpin dalam rumah tangga saya. Namun sebelum itu, saya adalah pemimpin untuk diri saya. Oleh karenanya saya bisa memaksimalkan setiap hal di sekitar saya, apa yang saya alami dan apa yang saya rencanakan untuk menjadi perpaduan yang mewujudkan cita-cita saya.

Sumber daya adalah setiap detil objek yang dibutuhkan untuk menggerakkan diri, instansi, organisasi hingga kumpulan besar masyarakat yang disebut negara. Sumber daya bisa berupa orang, sekelompok orang, biaya, peralatan, saran dan prasarana. Jika ini dikelola dengan bijak akan memberi manfaat yang luar biasa.

Saya tidak tinggal di rumah saja sepanjang libur lebaran, tapi bukan berarti saya menikmati lebaran dengan jalan-jalan. Saya belajar mengelola sumber daya yang saya miliki untuk menyelesaikan tugas-tugas yang masih mengintip di komputer sambil menjaga buah hati saya yang berumur 8 bulan. Setiap celah waktu yang ada saya gunakan untuk menyelesaikan koreksi Modul Komputer Sebagai Media Pembelajaran yang akan digunakan oleh Universitas Terbuka.

Hari Minggu, selepas ibadah pagi saya mengikuti acara ramah-tamah dengan rekan-rekan kuliah di Pascasarjana. Kami bersyukur bisa menyelesaikan kuliah S2 tahun ini. Perjalanan kurang lebih 90 km saya tempuh untuk bertemu mereka. Bahagia dan bangga rasanya. Kami berhasil memanfaatkan sumber daya yang kami miliki untuk sampai pada tahap ini.

Pada awal minggu ini, begitu berkesan bagi saya karena memasuki tanggal 1 Mei 2022 kaki saya ngilu. Ternyata gejala asam urat. Persendian jempol kaki saya bengkak, panas, nyeri dan berwarna kemerahan. Susah untuk beraktifitas. Ini pertama kalinya saya kena imbas penyakit ini. Saya mengingat kembali pola makan saya selama sebulan terakhir. Ya, ternyata dominan makan daging merah. Ada banyak kegiatan sosial masyarakat yang saya lakoni, dari kedukaan hingga nikah dan syukuran. Tentunya porsi makan saya tidak terkontrol.

Kondisi kaki bengkak, susah jalan ikut meminta saya untuk sabar saya di rumah. Silaturahmi dengan keluarga, rekan kerja, tetangga dan sahabat diselesaikan lewat media sosial saja. Tapi, ada kejadian yang istimewa yang saya alami di tanggal 1 Mei 2022 sore harinya. Dosen pembimbing saya akan pindah ke Palangkaraya dan itu adalah kesempatan terakhir untuk bertemu beliau. Jam 5 sore ke rumah beliau naik motor matic, sambil menyeret kaki kiri yang kena imbas asam urat. Semua kaget melihat saya di sana, termasuk dosen dan rekan-rekan mahasiswa. Lalu pak dosen memberi saya tiga bungkus obat herbal, langsung saya minum. Puji Tuhan, esok harinya, saya bisa berjalan dengan normal lagi, nyeri kaki berangsur-angsur berkurang.

Bagi saya, apa yang saya alami adalah bagian dari proses mengelola diri untuk menjadi pemimpin. Terlebih melibatkan setiap hal yang berpotensi menjadi sumber daya yang  bisa membantu pencapaian tujuan. Kendala tentunya ada, tapi selalu ada jalan keluar. Rasa optimis, berpikir positif dan tidak lupa bahagia adalah wajib untuk mendewasakan diri.

Singkatnya, cerita hidup saya minggu ini adalah bagian dari keterlibatan sumber daya yang ada di sekitar saya. Banyak hal yang telah saya alami untuk menjadi pemimpin, baik untuk pribadi, keluarga dan orang lain.

Share:

Rabu, 04 Mei 2022

Refleksi Minggu Ke-20 Pendidikan Guru Penggerak

 

Contoh pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekolah. Sumber: Dok. Pribadi.

Waktu terus berjalan, tanpa terasa Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 telah memasuki minggu ke-20. Sudah berbulan-bulan, sekiranya induk ayam yang sedang mengerami telur, maka tidak lama lagi akan menetas. Ada rasa bangga, bahagia, dan haru, bercampur aduk dengan rasa penasaran seperti apa tahapan akhir dari program ini bagi diri saya dan sekolah saya.

Pada minggu sebelumnya, melalui komunitas praktisi di sekolah, saya dan teman-teman CGP telah mendukung sekolah dalam merumuskan visi, misi dan tujuan sekolah yang berpihak pada murid. Kegiatan ini telah selesai dalam tiga pertemuan. Secara umum kendala yang saya alami dalam kegiatan tersebut adalah ketersediaan waktu, oleh karena kami melaksanakannya setelah jam pelajaran selesai, atau sore hari. Sejumlah rekan mengusulkan bagaimana kalau kegiatannya dilakukan sehari penuh, mengingat pikiran lebih jernih dan konsentrasi di pagi hari. Saya usulkan ke pimpinan rapat dan kepala sekolah dan diterima. Adapun solusi agar pembelajaran kelas tidak terganggu, maka disepakati untuk membentuk tim 20. Diberi nama tim 20 sesuai usulan guru Sosiologi agar lebih memiliki makna historis karena titik awal perumusan visi dan misi sekolah dimulai tanggal 20 April. Tim 20 beranggotakan calon guru penggerak, kepala sekolah, komite sekolah, pengurus OSIS, wakasek, dan perwakilan dewan guru.

Terbentuknya tim 20 menjadi solusi keterbatasan waktu yang dihadapi. Satu hari penuh digunakan untuk menyelesaikan rumusan misi dan tujuan sekolah. Saya sangat bangga  dan bahagia dengan kondisi ini. Rekan-rekan di sekolah begitu antusias dalam merumuskan misi dan tujuan sekolah. Hasil rumusan ini kemudian akan diplenokan pada pertemuan yang akan datang.

Sambil mengikuti kegiatan komunitas praktisi, saya juga harus mempersiapkan diri saya mengikuti yudisium program pascasarjana. Saya bersyukur bisa menyelesaikan pendidikan. Bagi saya ini adalah bagian kecil dari pengelolaan sumber daya nantinya. Proses perkuliahan tentunya telah banyak membekali saya untuk mengambil peran sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya.

Sumber daya di sekolah ditandai dengan adanya sarana  dan prasarana pendukung, ketersediaan SDM yakni guru dan murid, biaya, dll. Semua sumber daya tersebut harus berada dalam sebuah ekosistem yang dibangun oleh sekolah denga tujuan bisa memberikan stimulus agar sekolah lebih kreatif dan inovatif untuk menunjang keberhasilan tujuan pendidikan. Satuh hal baru yang saya dapatkan di sini adalah cara pandang sekolah melihat ekosistemnya ternyata menjadi tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran.

Pada kegiatan belajar di kelas, mengidentifikasi potensi dan dukungan sumber belajar pada murid perlu dilakukan pada setiap jam pelajaran. Kekuatan belajar murid saat itu tergantung pada sejauh mana mereka mengetahui konsep dasar yang akan dibahas dan seperti apa dukungan alat dan sumber belajar yang mereka miliki. Melakukan kegiatan belajar di luar kelas merupakan implementasi pemanfaatan sumber daya di sekolah.

Kegiatan komunitas praktisi sebelumnya saya pandang sebagai salah satu pemanfaatan sumber daya di sekolah dalam sebuah ekosistem. Keterlibatan guru-guru, komite dan siswa di dalamnya menandai pemanfaatan ekosistem di sekolah dengan optimal. Saya sangat berharap kondisi ini akan terus terjaga di sekolah di masa mendatang sehingga setiap potensi dan sumber daya yang ada dapat menjadi satu kesatuan yang saling mendukung untuk mencapai tujuan pembelajaran di sekolah.

Share:

Senin, 02 Mei 2022

Yudisium Program Pascasarjana IAKN Toraja Tahun 2022

Penulis Sebagai Lulusan Terbaik Pertama pada Yudisium Pascasarjana IAKN Toraja tahun 2022


Acara Yudisium Program Pascasarjana IAKN Toraja, Progdi Magister Pendidikan Agama Kristen, Kamis, 28 April 2022


Kamis, 28 April 2022– Program Pascasarjana IAKN Toraja melaksanakan kegiatan Yudisium untuk Program Magister Pendidikan Agama Kristen.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Aula lantai 3 Gedung Pascasarjana IAKN Toraja. Kegiatan tersebut diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Bapak Dr. Agustinus Ruben, M.Th.
Pada acara Yudisium ini, 5 dari 22 peserta yudisium dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Dari kelima lulusan dengan predikat Cumlaude tersebut, ada 3 Lulusan
Terbaik,
yakni Yulius Roma Patandean, S.Pd., M.Pd sebagai Lulusan
terbaik
pertama, Bare' Pabisa, S.Pd., M.Pd. sebagai Lulusan
terbaik
kedua, dan Linda, S.Pd.K., M.Pd sebagai Lulusan
terbaik
ketiga.

Lulusan terbaik diapit Direktur Pascasarjana dan Rektor IAKN Toraja


Acara Yudisium ini dihadiri oleh Rektor IAKN Toraja yakni Dr. Joni Tapingku, M.Th., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Setrianto Tarrapa’, M.Pd.K., Direktur Pascasarjana, Dr. I Made Suardana, M.Th., Ketua LPPM, Dr. Frans Paillin Rumbi, M.Th., Dekan Fakultas Budaya dan kepemimpinan Kristen, Dr. Selvianti, M.Th sebagai Ketua Panitia, Yohanes Krismantyio Susanta, M.Th. selaku Sekretaris Panitia Yudisium, dosen dan tenaga kependidikan baik pada Program Pascasarjana maupun Program Sarjana IAKN Toraja. Kegiatan ini juga diikuti oleh dosen dan mahasiswa Pascasarjana secara online melalui zoom.
Dalam sambutannya, Rektor menyatakan bahwa kita bersyukur karena Yudisium Pascasarjana Program Magister Prodi Pendidikan Agama Kristen bisa terlaksana hari ini dan tentunya hal ini merupakan momen yang sudah lama dinantikan. Beliau juga menyampaikan selamat kepada peserta Yudisium yang telah menyelesaikan pendidikan di lembaga IAKN Toraja. "Terima kasih banyak atas kepercayaan Bapak/Ibu pada lembaga ini sehingga diberi rekomendasi dan didukung agar bisa belajar disini, mencoba memperlengkapi diri untuk tugas yang lebih baik lagi di tempat masing-masing. Bapak/Ibu adalah corong bagi nama baik lembaga ini, diminati dan dicintai tidaknya lembaga ini, itu ditentukan juga oleh mereka yang dinyatakan lulus dari lembaga ini", tuturnya.
Direktur Pascasarjana, Dr. I Made Suardana, M.Th dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk meningkatkan mutu lembaga ini tidak bisa terwujud tanpa kerjasama kita semua baik dosen, tenaga kependidikan, para mahasiswa, para alumni, maupun masyarakat pengguna lulusan.

Direktur Pascasarjana IAKN Toraja, Dr. I Made Suardana, M.Th. dan Yulius Roma Patandean, S.Pd., M.Pd.


"Ketika Bapak/Ibu sudah dikukuhkan dengan gelar Akademik Magister Pendidikan Agama Kristen berarti tantangan dan tanggung jawabnya menjadi bertambah karena semakin tinggi keilmuan maka semakin besar pula tantangan dan tanggung jawab yang akan dihadapi dan dikerjakan. "Mari kita berjuang bersama-sama, selamat atas gelar kesarjanaannya yang sebentar akan dikukuh, dan teruslah berkarya sebab pendidikan merupakan pertanggung jawaban seumur hidup", ucapnya.
Dr. Selvianti, M.Th sebagai Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh pimpinan IAKN Toraja saja tetapi juga dihadiri oleh Dosen dan Tenaga Kependidikan baik dari Program Pascasarjana maupun Program Sarjana, Panitia Yudisium, Mahasiswa Program Pascasarjana maupun Program Sarjana, pemain musik dari Mahasiswa Program Studi Musik Gerejawi, dan keluarga dari peserta Yudisium. "Kami dari panitia menyampaikan selamat atas keberhasilan yang telah diraih dan selamat kepada semua keluarga yang telah menopang Bapak/Ibu selama menempuh pendidikan", tutur Selvianti.
Kesan & pesan perwakilan alumni


Dalam kegiatan tersebut ada 3 persembahan buku dari peserta Yudisium hasil tulisan dari Yulius Roma Patandean dan harapannya semoga apa yang telah dicapai itu bermanfaat untuk lembaga terutama pengembangan status akreditasi.

Dikutip dari: Facebook IAKN Toraja
Share:

Promo Buku

Promo Buku
Bisa pesan langsung ke Penerbit ANDI Offset atau lewat Penulis (Klik Gambar).

Personal Contact Information

E-mail: romapatandean@gmail.com
HP: 081355632823

About Me

Foto saya
Be proud of the imperfection. It is the true guide to the ultimate welfare of the soul.

YouTube Roma Patandean

Followers

Visitors

Free counters!

Update COVID-19 di Indonesia