PROFIL

Yulius Roma Patandean, S.Pd., lahir di Tana Toraja, 6 Juli 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007). Saat ini sementara melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

MENGENALI PLATFORM PENDUKUNG BELAJAR ONLINE

Belajar dari rumah (BDR) merupakan salah satu tindak lanjut anjuran pemerintah untuk memotong rantai penyebaran COVID-19. Sekolah menyelenggarakan BDR artinya sekolah tidak menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Bagaimanapun opsi mengumpulkan siswa di sekolah untuk proses pembelajaran masih menjadi pertimbangan serius. Terutama untuk wilayah dengan zona orange, merah hingga hitam pandemi COVID-19.

BDR dan PJJ di Masa Pandemi Covid-19

Di awal tahun 2021, tepatnya pada awal bulan Februari ini, program Belajar Dari Rumah (BDR) masih menjadi opsi pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan. BDR dilaksanakan dalam dua acara, yakni Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) daring (online) dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) luring (offline). PJJ daring mengutamakan ketersediaan sumber daya internet, smartphone dan paket data. Sementara PJJ luring memanfaatkan layanan radio, TV Edukasi, modul, hingga pemanfaatan video pembelajaran dan sumber belajar lainnya di lingkungan peserta didik.

Cara Memanfaatkan Video Pembelajaran di Kelas Digital dan Kelas Terbalik

Pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) harus diakui sangat mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis digital. Digitalisasi turut pula mendorong lahirnya konten-konten video pembelajaran yang berkualitas. Tak bisa dipungkiri bahwa di masa akan datang, video pembelajaran akan banyak memuat bahan ajar berbasis real life, seperti video praktik Biologi berbasis virtual reality (VR). Jika saat ini pembelajaran di laboratorium sebatas mempraktekkan teroti yang siswa peroleh di ruang kelas, maka teknologi VR akan menghadirkan kondisi nyata ayng lebih mempermudah eksplorasi siswa.

MENGEFEKTIFKAN BELAJAR JARAK JAUH: MENGENALI MASALAH DAN MENEMUKAN SOLUSI

Mengajar secara jarak jauh telah menjadi salah satu kegiatan utama banyak pendidik saat ini. Seperti yang sementara berlangsung di berbagai negara, dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, sekolah-sekolah di Indonesia, lewat kebijakan pemerintah, telah memilih aktifitas pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan secara umum pembelajaran berlangsung online.

Tampilkan postingan dengan label Miscellaneous. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Miscellaneous. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2021

Gol Tunggal Chiesa Menangkan Juventus 1- 0 Atas Chelsea

Federico Chiesa merayakan Gol bersama Alex Sandro dan Federico Bernardeschi di depan gawang Chelsea.


Juventus sukses membungkam Chelsea pada laga kedua penyisihan grup H Liga Champions musim 2021-2022 dengan skor 1-0. Gol semata wayang kemenangan Si Nyonya Tua dicetak oleh Federico Chiesa di menit ke-46.

Chelsea Unggul Secara Statistik

Laga yang berlangsung di Juventus Stadium pada Kamis dini hari waktu Indonesia ini menjadi milik Chelsea dari sisi penguasaan bola. Chelsea menguasai permainan dengan 74% berbanding 26% ball possession dengan Juventus. Selain itu The Blues unggul jauh dari segi shots on goal, yakni 16:6 dengan La Vecchia Signora. Namun efektifitas permainan tatap berimbang yakni kedua tim sama-sama hanya mampu melakukan satu shot on target.

Tanpa Striker Utama

Pada laga kali ini, tim asuhan Max Allegri bermain tanpa striker utama mereka, Paulo Dybala dan Alvaro Morata. Keduanya menderita cedera pada laga Seri A pekan lalu. Juventus memainkan trio lini depan menggunakan gelandang mereka yakni Juan Cuadrado, Federico Bernardeschi dan  Federico Chiesa.

Tren Kemenangan

Selebrasi pemain Juventus setelah pertandingan melawan Chelsea.


Kemenangan atas pasukan London Biru ini membuat Bonucci cs telah kembali ke tren kemenangan. Mereka telah meraih tiga kemengan beruntun pada semua laga.
Share:

Minggu, 26 September 2021

Seri A Pekan Ke-6: Juventus 3-2 Sampdoria

Selebrasi Manuel Locatelli usai cetak gol kemenangan Juventus atas Sampdoria di menit ke-53.


Juventus meneruskan tren positif meraih kemenangan di pekan ke-6 Seri A Liga Italia; Minggu, 26 September 2021. Chiellini cs sukses mengalahkan Sampdoria dengan skor 3-2. Gol-gol dari Paulo Dybala (10'), Leonardo Bonucci (43') melalui sepakan penalti, dan  Manuel Locatelli (57') menjadi pemberi kemenangan tim asuhan Massimiliano Allegri. Sementara gol balasan Il Samp dibukukan oleh Maya Yoshida (44') dan Antonio Candreva (83').

Naik Peringkat

Hasil laga kali ini selain menambah rasa percaya diri pasukan Si Nyonya Tua, juga sukses mendongkrak peringkat Juventus di klasemen sementara. Peraih scudetto sembilan kali beruntun ini kini bertengger di posisi ke-8 dengan poin 8 hasil dari 2 kali menang, 2 kali imbang dan 2 kali kalah.

Ini adalah kemenanangan perdana La Vecchia Signora di Allianz stadium musim ini. Pada laga perdana di kandang, Juventus menjadi malu oleh kekalahan dari tim semenjana Empoli 0-1. Hasil yang sangat menyesakkan bagi seluruh tifosi I Bianconeri kala itu.

Gol Perdana Locatelli

Pemain yang paling menjadi sorotan di musim ini di Juventus adalah Manuel Locatelli. Ia tergadang menjadi centrocampista yang bisa mengatur ritme permainan Pasukan Zebra. Golnya di menit ke-57 adalah persembahan perdananya untuk juara Liga Champions dua kali ini. Gol ini sekaligus menjadi bukti bahwa Nedved cs tidak salah membawanya ke Turin.

Share:

Jumat, 24 September 2021

PERS RILIS PENGURUS BESAR PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI PPPK GURU TAHUN 2021

Pernyataan Resmi PGRI terkait Rekrutmen Guru PPPK Tahap 1


Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) merilis pernyataan resmi terkait rekrutmen Penerimaan ASN melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada seleksi Tahap 1 tanggal 13 s.d. 17 September 2021. Sejumlah masukan dan kritik disampaikan oleh PGRI melalui Ketua Umum Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.

Berikut ini isi Pers Rilis dari PB PGRI terkait  PELAKSANAAN SELEKSI PPPK GURU TAHUN 2021.

Dunia pendidikan Indonesia dalam keadaan gawat darurat kekurangan guru. Kebijakan moratorium guru PNS telah berlangsung puluhan tahun, dan selama itu pula pelaksanaan pendidikan di sekolah-sekolah diisi dengan pengabdian para guru honorer. Penyelesaian pemenuhan kebutuhan guru di satuan pendidikan merupakan prioritas, terutama mengangkat tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bentuk kehadiran negara terkait perlindungan, penghargaan, dan kesejahteraan para guru. Penerimaan ASN melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) khusus guru adalah untuk mengakomodir penyelesaian masalah guru honorer kategori dua di atas usia 35 tahun dengan pengabdian yang cukup lama dan hingga kini belum terselesaikan prosesnya.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap pelaksanaan seleksi tahap satu ini. PGRI sebagai mitra strategis pemerintah dan pemerintah daerah sejak awal memperjuangkan, dan mendorong penuntasan pengangkatan guru honorer sebagai ASN. Langkah penyelesaian terkait guru honorer menjadi ASN melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di tahun 2021 menuai berbagai kendala sejak proses pendaftaran, dan seleksi tahap 1 yang berlangsung 13-17 September 2021.

Pelaksanaan tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 tahap pertama menuai banyak reaksi dari kalangan guru honorer yang mengikuti seleksi pada tahap tersebut. Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menerima sekitar 19.752 aduan berisikan keluhan, tanggapan, kekecewaan, dan masukan dari para guru honorer dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka PGRI menyatakan sikap sebagai berikut.

  1. Meninjau ulang kebijakan rekrutmen ASN PPPK tahun 2021 yang tidak mempertimbangkan rasa keadilan, penghargaan terhadap pengabdian, dan dedikasi guru honorer yang selama ini melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dan pelayanan pendidikan dalam situasi darurat kekurangan guru. Ketersediaan guru merupakan syarat utama agar peserta didik mendapatkan haknya dalam memperoleh layanan pendidikan.
  2. Melakukan revisi terhadap peraturan rekrutmen PPPK sebagai solusi untuk mengatasi darurat kekurangan guru. Selain itu, manajemen pelaksanaan seleksi ASN PPPK perlu diperbaiki agar di masa mendatang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
  3. Seleksi PPPK guru honorer usia 35 tahun ke atas, dilakukan melalui proses antarsesama mereka dengan mempertimbangkan masa pengabdian, dedikasi, dan kinerja.
  4. Rekrutmen bagi guru honorer yang berada di daerah 3T, dilakukan proses seleksi antarsesama guru honorer di daerah tersebut dengan mempertimbangkan masa pengabdian dan dedikasi mereka.
  5. Meninjau ulang tingkat kesukaran soal kompetensi teknis yang terlalu menekankan pada aspek kognitif dengan memberikan afirmasi yang berkeadilan nilai akumulatif berupa: linearitas, masa kerja, portofolio, prestasi, nilai seleksi kompetensi manajerial, sosio kultural, dan wawancara.
  6. Memperhatikan begitu banyaknya para guru honorer yang tidak mencapai passing grade kompetensi teknis, maka Pemerintah harus meninjau kembali kesahihan perangkat tes. Pengabdian guru honorer yang begitu panjang jangan hanya dihapuskan begitu saja dengan hasil tes kompetensi teknis yang lebih menilai aspek kognitif semata. Bagi mereka yang dinyatakan tidak memenuhi ambang batas seleksi tetap diberikan kesempatan mengikuti seleksi di masa mendatang setelah melalui proses pembinaan (capacity building).
  7. Rekrutmen guru ASN di masa mendatang dilakukan melalui jalur CPNS dan PPPK. Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

 Untuk naskah resmi pers rilis PB PGRI ini dapat didownload di sini.

Share:

Rabu, 04 Agustus 2021

Rayakan HUT RI 76 Bersama SMAN 5 Tana Toraja

 

76 tahun usia negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2021. Perjuangan kini bukanlah memanggul senjata melawan penjajah. Perjuangan yang sebenarnya adalah melawan penjajahan atas diri kita sendiri. Mari singsingkan lengan baju kita untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sumbangsih pemikiran, talenta dan karunia yang kita miliki demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Mari rayakan HUT RI 76 bersama SMAN 5 Tana Toraja melalui penggunaan Twibbon pada link berikut ini.

twb.nz/hutri762021sman5 
                     #hutri762021sman5 #twibbonize

Share:

Rabu, 19 Mei 2021

GENERASI YANG TAK DI INGINKAN SEBUAH PERBANDINGAN ANTARA "YANG DISAYANG" DAN "YANG DIBUANG"

Sebuah catatan kecil tentang Reformasi oleh : Adian Napitupulu, SH.

Adian Napitupulu. Sumber Gambar: https://www.cnnindonesia.com/

 

1966 Gemuruh truk militer dan panser meraung, membelah jalan berdebu mengangkut mahasiswa untuk berdemonstrasi. Dalam rangkaian peristiwa dari zaman bergolak itu,  Mahasiswa FK UI, Arief Rachman Hakim dan mahasiswa Unpar, Julius Usman tertembak dan meninggal dunia.

Tidak lama kemudian melalui ketetapan MPRS no XXIX tanggal 5 Juli 1966 Arif Rachman Hakim di tetapkan sebagai Pahlawan Ampera dan di kemudian hari menjadi salah satu nama jalan di Kota Depok. Sementara Julius Usman juga di tetapkan sebagai Pahlawan Ampera oleh Pangdam VI Siliwangi Mayjen H.R Dharsono lalu di makamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung, satu hamparan dengan Makam Ernest Douwes Dekker dan Kol A.E. Kawilarang. Selanjutnya nama Julius Usman di abadikan sebagai nama salah satu Jalan di Kota Malang.

12 Maret 1967 Soeharto dilantik menjadi Presiden dan ditahun yang sama sekitar 14 Aktivis Mahasiswa yaitu Slamet Sukirnanto, T Zulfadli, Fahmi Idris, Mar"ie Muhammad, Firdaus Wadjdi, Soegeng Sarjadi, Cosmas Batubara, Liem Bian Khoen, Djoni Simanjuntak, David Napitupulu, Zamroni, Yozar Anwar, Salam Sumangat dan Rahman Tolleng diangkat Soeharto menjadi anggota Parlemen (DPR GR) tanpa melalui pemilu.

Hampir di setiap periode Pemerintahan Soeharto aktivis 66 ada yang di tempatkan menjadi menteri, antara lain; Abdul Gafur (Menpora), Abdul Latief (Menaker), Cosmas Batubara (Menteri Perumahan Rakyat), Mar'ie Muhammad (Menteri Keuangan), Akbar Tanjung (Menpora), Fuad Bawazier (Menteri Keuangan). Selain diangkat menjadi anggota Parlemen dan Menteri, tidak sedikit juga aktivis 66 yang kemudian diangkat menjadi Duta Besar bahkan ada yang di beri kemudahan dan kesempatan menjadi pengusaha bahkan konglomerat.

Selama 33 tahun Soeharto berkuasa penanaman modal asing merajalela hampir tanpa batas, jutaan hektar lahan diberikan untuk kroni dan perusahaan asing melalui kontrak karya (Freeport, Inco, Rio Tinto dll) menjadi Tambang dan kebun sawit. Disisi lain Orde Baru mengistimewakan para Taipan dengan perlindungan, kemudahan dan fasilitas, seperti Liem Bian Koen, Liem Sioe Liong, Liem Hong Sien, Oei Ek Tjhong, Oei Hwie Tjhong, Cai Daoping, Tjoa To Hing, Oei Hwie Siang, Lie Moe Tie, Poo Tjie Gwan, Tjie Tjien Hoan, Li Bai La, Tjia Han Poen, Liem Yu Chan, Oei Suat Hong menjadi konglomerat yang menguasai ekonomi negara secara dominan hingga hari ini.

Kesewenangan, korupsi, kolusi, nepotisme, kekerasan, pelanggaran HAM, monopoli ekonomi dan perampasan hak Rakyat mengisi hari hari Indonesia selama 33 tahun. Banyak peneliti menuliskan angka antara 500 ribu hingga 1 juta jiwa manusia meninggal dalam rangkaian kekerasan Orde Baru. Jumlah konflik Agraria tercatat 1.753 kasus dengan luasan lebih dari 10 juta hektar dan korban hampir 1,2 juta KK.

Kampus di kepung panser, di bungkam, aktivis mahasiswa di kirim ke berbagai penjara termasuk nusakambangan, satu persatu setiap periode selalu ada aktivis mahasiswa, aktivis buruh, petani di tangkap, di culik bahkan di bunuh, ada Marsinah, ada Udin Bernas. Kebebasan informasi di kebiri, puluhan media termasuk Tempo, Sinar Harapan, Prioritas di breidel. Berbeda kata maka izin terbitnya dicabut seketika.

Pinjaman luar negeri dan Pasar bebas di setujui dan sebagai imbasnya Tenaga kerja asing secara bertahap memasuki Indonesia sebagai bagian dari kontrak investasi dari berbagai PMA.

Setelah berkali kali perlawanan mahasiswa di patahkan, Embrio  Pembangkangan mahasiswa yang lebih besar mulai merebak di tahun 1996. Salah satunya adalah tragedi April Makasar Berdarah dengan 3 korban jiwa yaitu Syaiful Bya, Andi Sultan Iskandar dan Tasrif lalu tahun 1997 beruntun terjadi penculikan Mahasiswa dan Aktivis pemuda. Mereka diculik dan tidak pernah di kembali, diantaranya; Dedy Hamdun, Abdul Naser, Yani Afri, Sony, Nova Al Katiri, M Yusuf, Ismail, Petrus Bimo, Herman Hedrawan, Suyat, Wiji Thukul, Ucok Munandar, Hendra Hambali, Yahdin Muhidin dan Leonardus Nugroho (jasadnya  di temukan dengan luka tembak)

1998 Gemuruh truk militer dan panser kembali meraung membelah jalan berdebu, namun kali ini  bukan untuk mengangkut dan mengawal mahasiswa berdemonstrasi melainkan untuk berhadapan dengan Mahasiswa. Dari 1998 hingga 1999 merupakan periode perlawanan mahasiswa yang bersimbah darah. Derap sepatu lars, suara kokangan senjata, letusan dan dentuman berbaur dengan orasi dan teriakan menjadi suara yang didengar setiap hari. Satu satu Mahasiswa gugur, di tembak mati di jalan tempat mereka sampaikan aspirasi, yaitu; Moses Gatotkaca (8 Mei 98), Hedriawan Sie, Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan dan Herry Hartanto (Trisakti 12 Mei 98), kemudian Engkus Kusnadi, Heru Sudibyo, Sigit Prasetyo, Teddy Wardani dan Bernardus Realino Norma serta satu pelajar Lukman Firdaus (Semanggi Satu, November 1998). Satu Mahasiswa UI, Yap Yun Hap ditembak mati di Semanggi 28 September 1999. Di hari yang sama dua mahasiswa Lampung juga meninggal dunia yaitu M Yusuf Rizal dan Saidatul Fitria. Satu mahasiswa Palembang, Meyer Adriansyah meninggal pada tanggal 5 Oktober 1999.

Reformasi tidak Gratis, Reformasi dibayar tunai dengan darah dan nyawa puluhan mahasiswa dan aktivis (di luar dari ribuan lainnya yang luka dan cacat). Reformasi lahir dari darah, keringat, air mata, luka dan memar puluhan ribu Mahasiswa.

Di atas seluruh pengorbanan itulah kebebasan dibuka,  demokrasi dibangun dan Indonesia merangkai kembali harapan harapannya diatas kesetaraan tanpa diskriminasi.

Berikutnya puluhan partai baru berdiri, kebebasan Pers terbuka lebar, banyak organisasi buruh, tani dan organisasi Rakyat di deklarasikan, jabatan Presiden di batasi 2 periode. Pileg, Pilpres dan Pilkada dilakukan dengan pemilihan langsung dan suara terbanyak. Pemimpin baru bermunculan, Polisi dan Tentara dipisahkan dari ABRI menjadi lebih profesional dalam tupoksi masing masing, Newmont dan Freeport kembali ke pangkuan bumi Pertiwi, kembali dimiliki bangsa sendiri.

Reformasi memang belum sempurna tapi pelan pelan buah buah Reformasi mulai tumbuh dan dinikmati banyak orang termasuk mereka yang menolak Reformasi, termasuk para pembenci Reformasi, bahkan juga dinikmati oleh mereka yang menembak, menculik, menyiksa dan membunuh mahasiswa.

Hari ini, setelah 22 tahun kemana para pejuang Reformasi itu? Aktivis 98 berbeda dengan aktivis 66. Jika aktivis 66 demonstrasi dalam rentang waktu 60 hingga 90 hari, kemudian menikmati jabatan dan kekuasaan selama 33 tahun, maka itu berbanding terbalik dengan aktivis 98 karena sejak 22 tahun lalu hingga hari ini tidak ada "hak hak istimewa" tidak ada "kemanjaan" tidak ada "kemudahan dan kesempatan lebih" yang di peroleh aktivis 98 seperti yang dulu pernah dinikmati aktivis 66.

Aktivis 98 adalah anomali dari sejarah Gerakan Mahasiswa pada umumnya. Mereka tidak punya pemimpin tunggal, dominasi pergerakan tidak di monopoli kampus negeri, bergerak hampir di 27 Propinsi. Beberapa perbedaan besar antara aktivis 66 dan 98 antara lain adalah :

Aktivis 66 Berdemonstrasi dalam rentang waktu 60 hari hingga 90 hari.

Aktivis 98 Embrionya dimulai sejak 1996 dan mulai reda di tahun 2000 atau lebih dari 1300 hari.

Aktivis 66 mendapat dukungan Militer.

Aktivis 98 di represi oleh militer.

Aktivis 66 meninggal 2 orang.

Aktivis 98 meninggal lebih dari 30 orang.

Aktivis 66 meninggal 2 orang dan keduanya diberi gelar pahlawan lalu diabadikan jadi nama jalan.

Aktivis 98 dari 30 lebih yang meninggal tidak satupun di berikan gelar pahlawan dan tidak ada yang di abadikan menjadi nama jalan.

Aktivis 66 beberapa bulan setelah Soeharto dilantik sebagian di angkat menjadi anggota DPR tanpa melalui Pemilu.

Aktivis 98 sampai hari ini selama 22 tahun, sudah 5 Presiden tapi tidak ada aktivis 98 yang diangkat secara istimewa jadi anggota DPR tanpa Pemilu.

Aktivis 66 setiap periode pemerintahan Orde Baru selama 33 tahun selalu ada yang diangkat jadi menteri sebagai representasi ide yang diperjuangkan generasinya.

Aktivis 98 selama 22 tahun tidak ada yang menjadi menteri sebagai representasi ide generasi Reformasi.

Aktivis 66 diberi kemudahan dari negara untuk menjadi pengusaha dan membangun konglomerasi.

Aktivis 98 tidak mendapatkan kemudahan dari negara untuk menjadi pengusaha dan membangun konglomerasi.

Tulisan ini merupakan perbandingan sejarah dari dua generasi yang berbeda dalam banyak hal termasuk beda pilihan geraknya. Tulisan ini perbandingan dua generasi dengan segala kekurangan, kelemahan dan kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses sejarah itu sendiri.

Memilih entah berkolaborasi, entah berkonspirasi atau  berjalan sendiri dalam perjuangan akan memiliki konsekwensi nya masing masing. Apakah kelak menjadi yang di sayang atau mungkin menjadi yang di buang karena menjadi generasi yang tidak diinginkan. Apakah menjadi bagian dari kekuasaan dengan seluruh kewenangan dan kekayaan atau hidup dengan berselimut kesepian dipinggiran. Apakah menjadi "kuda tunggangan" dari cita cita orang lain atau menjadi tuan dari cita cita generasi itu sendiri.

Semua pilihan punya harga nya masing masing, harga yang harus di bayar entah sekarang atau kemudian.

Semoga para anak muda "pembangkang", pemuda pemudi yang "minim kesabaran" para pemuda/i "penjawab zaman" para pemuda/i "pengukir sejarah" bisa belajar dan memilih pola 66 atau pola 98 dengan segala kelemahan dan kekurangannya atau justru mampu mencari pilihan pola yang baru dan keluar dari pilihan dua generasi itu.

Karena biar bagaimanapun setiap generasi akan memiliki masalahnya sendiri, tantangannya sendiri, dan setiap generasi akan mencari jawaban serta jalan keluar dari masalah di zamannya. Setiap generasi akan melahirkan pejuang pejuang nya, pemimpin pemimpinnya dan mengukir sejarah nya sendiri.

Akhir kata, di tengah perbedaaan perbedaan antara kita, izinkan saya menyampaikan salam hormat untuk para senior aktivis 45, 66, 74, 78, 80 an, salam hormat untuk semua aktivis 98 dimanapun berada, salam hormat untuk semua aktivis yang sudah ada, yang sedang ada dan mereka yang akan ada.

Adian Napitupulu, SH

Sekjen PENA 98 (Persatuan Nasional Aktivis 98)


Mei 2020

(Boleh di sebarluaskan dan dipublikasikan selama tidak merubah isi dan makna tulisan ini)

Share:

Rabu, 21 April 2021

Memaknai Perjalanan Pendidikan dari Perjuangan Kartini

Poster Memperingati Hari Kartini, 21 April 2021 oleh Yulius Roma Patandean

Dunia pendidikan terus berbenah di Indonesia. Sejak masa penjajahan, hingga saat ini dalam masa menikmati kemerdekaan. Pendidikan berbenah tidak hanya dalam lingkup institusi penyelenggara pendidikan melainkan juga dalam hal kesetaraan gender. 

Pada lingkup institusi penyelenggara pendidikan, perubahan hampir terjadi pada setiap pergantian kepala negara.  Beragam peraturan pemerintah dan peraturan menteri pendidikan telah mewarnai perubahan kurikulum pendidikan nasional. Tujuan semua perubahan tersebut adalah memajukan pendidikan bangsa.

Dari setiap perubahan itu, satu hal yang paling utama adalah adanya kesetaraan gender bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mengenyam pendidikan yang sama, baik laki-laki maupun perempuan. Tak bisa disangkal bahwa munculnya ibu Megawati Soekarno Putri yang pernah menjadi presiden RI, Susi Pudjiastuti sebagai salah satu menteri yang fenomenal, Tri Rismaharini, Khofifah Indar P., Irene Kharisma Sukandar, dll. adalah wujud kemajuan pendidikan yang terkait dengan persamaan gender.

Upaya mewujudkan pendidikan untuk semua ini adalah wujud perjuangan dari Raden Ajeng Kartini. Memang tidak mudah pada awalnya. Tetapi, tiada awal perubahan yang baik-baik saja. Pastinya melalui proses perjuangan yang bahkan seringkali berderai air mata dan mengorbankan nyawa.

Seperti ucapan R.A. Kartini, "Tiada awal di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan." Kalimat-kalimat ini telah menjadi slogan Habis Gelap Terbitlah Terang. 

Setiap perubahan pendidikan tentunya tidak langsung memberi pengaruh baik. Butuh proses panjang, bahkan hingga puluhan tahun. Setiap kebijakan pemerintah terkait pendidikan tidak selalu langsung terasa manfaatnya. Kondisi ini berlaku hingga kini. 

Namun, kita tidak boleh hanya mengkritisi kebijakan pendidikan. Guru dan segenap pelaku pendidikan harus menjadi pelaku praktek baik pendidikan yang nyata. Dengan kata lain kitalah yang harus bertindak sebagai interpreter, translator atau penerjemah setiap kebijakan.

Hadirnya kebijakan baru sebagai upaya memajukan pendidikan akan menjadi wujud pergantian suasana dari yang belum baik menjadi lebih baik. Seperti malam gelap gulita yang tergantikan oleh pagi merekah yang hadirkan perubahan dalam keindahan. 

Tidak ada kemajuan, keberhasilan, dan kesuksesan tanpa riak-riak rintangan mendahuluinya. Kepahitan terkadang harus mendahului sebelum sampai pada senyum cerah kesuksesan. Ya, terpatlah yang dikatakan mendiang ibu Kartini:

 "Terkadang kesulitan harus kamu rasakan sebelum kebahagiaan datang padamu"

Pendidikan yang membebaskan yang sebenar-benarnya harus berawal dari rintangan-ringatan dan beragam kesulitan. Karena dari sanalah lahir motivasi, inovasi dan kreatifitas untuk berbuat lebih baik. Pendidikan untuk semua orang, untuk semua kalangan, dan untuk semua kelas sosial masyarakat. 
Share:

Senin, 12 April 2021

Frame Ucapan Selamat Berpuasa dari PGRI Tana Toraja

Selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi bapak/ibu guru anggota PGRI se-Kabupaten Tana Toraja yang menjalankannya.

PGRI Kabupaten mengajak para guru-guru anggota PGRI untuk menyampaikan silaturahmi kita lewat frame Ucapan Selamat Berpuasa dari PGRI Tana Toraja.

Silahkan klik tautan 

https://twb.nz/pgritatorselamatberpuasa

dan ikuti petunjuknya seperti nampak pada gambar berikut.






 

Share:

Sabtu, 03 April 2021

Kejutan! Tuchel Menderita Kekalahan Pertama Menyesakkan dari West Bromwich Albion

 

Kovacic tak mampu menyelamatkan Chelsea dari kekalahan pertama di bawah asuhan Thomas Tuchel. Sumber: twitter.com @chelseafc

Kejutan besar tejadi dalam laga pekan ke-30 Liga Primer Inggris 2020-2021. Klub London, Chelsea dibantai 2-5 oleh tamunya West Bromwich Albion di Stamfrod Bridge. Skor akhir nan pahit dari WBA tidak tanggung-tanggung telah memberi kekalahan pertama bagi juru taktik The Blues, Thomas Tuchel. Ini adalah kekalahan pertama baginya setelah tidak terkalahkan selama 14 laga di berbagai ajang.  Hasil ini pun meninggalkan noktah merah bagi arsitek berkebangsaan Jerman oleh karena skor yang begitu mencolok.

Chelsea Sempat Unggul

Sebenarnya di pertengahan babak pertama, pasukan London Biru sempat unggul melalui sontekan Christian Pulisic di menit ke-27. Gol ini ia ciptakan memanfaatkan bola hasil eksekusi tendangan bebas dari Marcos Alonso yang sempat membentur tiang gawang. Tapi bencana menghampiri Chelsea dua menit kemudian, tepatnya menit ke-29. Palang pintu Thiago Silva mendapat hadiah kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang WBA, Okay Yokuslu.

Melanjutkan permainan dengan 10 pemain, sebenarnya Chelsea masih sangat dominan atas tamunya. Statistik ball possession The Blues menunjukkan mereka menguasai permainan hingga 67 persen berbanding 33%. Termasuk tendangan dan penciptaan peluang. Anak asuk Tuchel melesakaan 18 tendangan berbalas 14 dari tamunya. Sementara tendangan ke arah gawang, Mason Mount cs. juga unggul 8 tendangan berbanding 7 dari WBA.

Petaka di Penghujung Babak Pertama

Memasuki menit injury time di babak pertama, tim tamu asuhan Sam Allardyce membalas dengan dua gol sekaligus. Kedua gol diborong oleh penyerang sayap WBA, Matheus Pereira di menit 45+2 dan 45+4.

Kartu Merah untuk Thiago Silva setelah menekel pemain WBA. Sumber: twitter.com, sokaonline

Kedua gol ini menandai jatuhnya mental pertahanan Chelsea sepeninggal Thiago Silva sekaligus memastikan West Brom menutup babak pertama dengan keunggulan 1-2 atas tuan rumah.

Babak Kedua WBA Menambah 3 gol Berbalas 1

Babak kedua berlangsung menarik dengan dominasi permainan dari Chelsea. Namun pada menit ke-63 Callum Robinson merobek gawang Mendy menyambut crossing Darnel Furlong, 1-3. Berselang 5 menit WBA menambah derita pasukan London Biru lewat gol keempat mereka. Kali ini Mbaye Diagne yang menceploskan bola lewat tendangan kaki kanannya.

Mason Mount sempat memberi asa pada pasukan Tuchel pada menit ke-71, memanfaatkan umpan Timo Werner. Skor 2-4, Chelsea masih tertinggal.

Lagi-lagi injury time memberi tuah bagi pasukan Big Sam. Robinson menutup pesta gol WBA pada menit ke-90+1 melalui cungkilan bola indah yang memperdaya Mendy. Skor akhir, Chelsea 2-5 WBA.

 

Share:

Rabu, 31 Maret 2021

Grand Opening Indomaret di Tana Toraja

 

Suasana sore hari menjelang malam pada Grand Opening Indomaret di Makale, Tana Toraja.

Mencetak Sejarah

Hari ini, 31 Maret 2021, menjadi salah satu hari bersejarah dalam dunia pertokoan dan minimarket di kota Makale, Tana Toraja. Salah satu bentuk bisnis waralaba besar yang telah menjamur dan telah ada di seluruh wilayah Indonesia, Indomaret kini hadir di Bumi Lakipadada.

Sebagai bisnis pemenuhan kebutuhan harian warga,  Indomaret menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari dan menawarkan kemudahan bagi para pelanggan karena barang dagangannya yang lengkap. Selain lengkap, tentu didukung dengan harga terjangkau, banyak diskon dan perputaran barang yang lancar.

Grand Opening

Menggunakan tema Grand Opening Indomaret Pongtiku Makale di ujung bulan Maret tentu memiliki makna tersendiri. Sudah pasti bulan Maret karena namanya Indomaret bukan Indoapril.

Grand opening Indomaret sukses menarik minat warga Tana Toraja untuk berbelanja. Sejak dibuka pagi hingga menjelang malam, pengunjung masih ramai berjubel. Ada yang mengantri panjang di luar toko dan antri panjang pula di meja kasir.

Barang-barang yang mempertontonkan diri di etalase belum lengkap. Misalnya saja belum ada gula pasir, dan shampoo baru satu merk, hanya Rejoice saja. Namun, pembeli tetap semangat, sama bahagianya dengan shampoo tadi. Ramainya pengunjung kemungkinan terdorong oleh rasa penasaran, ingin berbelanja di toko baru, banyak diskon dan ada hadiah.

Pelayanan Prima

Secara pribadi, saya berpendapat bahwa Indomaret ini sebenarnya sudah lama ada dalam kerinduan warga Toraja. Bagaimana tidak, mungkin kabupaten Tana Toraja, satu-satunya kabupaten di pulau Sulawesi yang tidak memiliki minimarket sekelas Indomaret dan Alfamidi. Grand opening hari ini menandakan bahwa toko waralaba ini berhasil menarik hati masyarakat yang telah lama memperbincangkannya.

Satu sorotan saya dengan hadirnya Indomaret adalah mereka sukses menampilkan layanan prima kepada pengunjung. Sejujurnya (mohon maaf kalau salah), salah satu kekurangan minimarket-minimarket lokal adalah pelayanan prima. Pelayanan yang saya maksudkan adalah layanan informasi yang mudah, transparansi harga, pelayan ramah, akrab, cool, melayani sepenuh hati dan terutama pelayan-pelayan Indomaret murah senyum.

Produk dan Harga Bersaing

Selain itu, harga yang bersaing dan “sedikit murah” tentu ikut memompa niat orang untuk berbelanja ke Indomaret. Perbedaan harga Rp50,- hingga Rp1000,- di Indomaret dengan toko-toko lokal pun menyumbang minat untuk beralaih lokasi berbelanja.

Terlepas dari itu, bisnis minimarket lokal harus belajar juga kepada Indomaret tentang organisasi lalu lintas barang agar tidak ada abrang yang kadaluarsa. Contohnya, menyelenggarakan belanja murah secara berkala. Satu lagi, hampir semua kebutuhan harian masyarakat hadir di keluarga Indomaret.

Harus kita mengakui bahwa seringkali pembeli bersedia membayar mahal asalkan pelayanan yang mereka terima maksimal. Produk-produk yang mereka butuhkan ada. Hmmm satu lagi, pengembalian uang receh jangan sampai tergantikan dengan permen. Karena permen tidak bisa untuk menjadi alat pembayaran ketika kita ingin berbelanja lagi.

CSR

Saya berharap Indomaret hadir di Tana Toraja akan menggunakan CSR-nya dengan mengutamakan orang Toraja. Salah satunya mempekerjakan orang-orang muda Toraja di toko-toko mereka. Walaupun tidak akan banyak menyerap tenaga kerja seperti perusahaan besar, mempekerjakan orang lokal adalah wujud keberpihakan sebuah usaha kepada perkembangan dan kemakmuran warga lokal.

Kontroversi

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kehadiran Indomaret dan keluarganya telah lama terdengar. Akan tetapi banyak menerima penolakan dari berbagai pihak. Entahlah alasannya apa, namun sedikit bisa tertebak bahwa pelaku bisnis lokal akan merasa terganggu dengan kehadiran Indomaret.

Tapi yang berbelanja adalah warga. Jadi, kembali ke bahasa perekonomian, pembeli adalah raja. Jika Indomaret sukses bertahan lama di Tana Toraja seperti di kabupaten saudara mudanya, Toraja Utara; ini berarti Indomaret sukses memberikan pelayanan maksimal dalam bisnisnya kepada warga.

Jadi, kehadiran Indomaret akan banyak memberi tantangan kepada para pelaku bisnis lokal untuk memperbaiki diri. Meningkatkan pelayanan, meningkatkan kekurangan dan meninggalkan hal-hal yang mungkin menjadi titik kelalaian pelayanan kepada pelanggan.

Kontorversi akan tetap ada namun jangan sampai menjadi penghambat pelayanan kepada masyarakat. Bisnis layanan harus tetap ada dan biarkan warga yang menilainya. Bisnis akan berjalan dan bertahan seiring kemampuan memanjakan pelanggan dan niat memuaskan hati mereka.

Video Suasana Grand Opening


 


Share:

Rabu, 17 Maret 2021

Menyambut RI 1 di Toraja Airport

Proving Flight Pesawat Garuda Indonesia di Toraja Airport

Proving Flight Garuda Indonesia

Menjelang kedatangan RI 1 ini, Garuda Indonesia melakukan proving flight.  Pesawat Garuda Indonesia tipe ATR 72-600 mendarat di landasan pacu Toraja Airport sekitar  pukul 10.45 WITA. Mungkin saja pendaratan perdana pesawat besutan Garuda Indonesia ini menjadi tanda awal kedatangan presiden Jokowi esok hari.

Kunjungan Presiden Joko Widodo

Kamis, 18 Maret 2021, orang nomor 1 di Indonesia akan menginjakkan kaki di Bumi Lakipadada, Tana Toraja. Presiden Joko Widodo beserta rombongan akan menyambangi daerah yang dikenal masyarakat lewat ikon Patung Yesus di Burake.

Bapak presiden hadir di Toraja dalam rangka melakukan dua agenda. Menurut berbagai sumber, bapak presiden akan meresmikan Toraja Airport (Bandara Toraja) di kawasan Buntu Kuni’, Kecamatan Mengkendek. Setelah itu, beliau akan melanjutkan anjangsananya dengan memantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara massal di Puskesmas Ge’tengan. Kedua agenda presiden ini berlangusng di Kecamatan Mengkendek.

Dalam rangka mensukseskan kunjungan kerja presiden ini, berbagai persiapan telah dilaksanakan oleh Pemda Tana Toraja. Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE bersama wakilnya, dr. Zadrak Tombeq memimpin gladi bersih hari ini. Mereka didampingi oleh kementerian perhubungan dan paspampres.

Hotel-hotel kelas melati di Tana Toraja telah mulai penuh booking-an sejak minggu lalu. Tamu-tamu negara ini akan menginap beberapa hari sebelumnya sebelum presiden datang. Mereka harus memastikan kelancaran agenda presiden.

Riuh sirene kendaraan polisi banyak menghiasi bunyi di sepanjang jalan negara di Tana Toraja. Banyak tamu yang mereka kawal.

Himbauan Kepada OPD

Tadi sore telah tersebar informasi di media sosial untuk menyampaikan informasi kepada perangkat OPD di Tana Toraja. Isinya dalam rangka acara penyambutan kunjungan kerja Presiden RI di Tana Toraja, diharapkan kepada seluruh kepala OPD se-Tana Toraja untuk hadir menyambut Bapak Presiden. Mereka diminta untuk mengajak para staf dan berdiri menyebar di sepanjang jalan menuju bandara Toraja. Perkiraan Bapak Presiden Jokowi tiba sekitar pukul 10.50 WITA.

Adapaun pakaian untuk penyambutan RI 1 adalah (1) Kepala OPD menggunakan Baju Toraja Lengkap (Sarung + Passapu bagi Pria) dan (2) untuk Staf OPD menggunakan Baju Tenun Toraja.

Mengagumi Sosok Presiden

 

Secara pribadi saya mengagumi sosok presiden Jokowi. Saya masih menyimpan kaos hitam dengan gambar beliau. Kaos ini saya beli seharga Rp 80.000,- di jalan Sulawesi, kota Surabaya pada bulan Mei tahun 2014. Saat itu saya ada di kendaraan umum, tiba-tiba saya melihat kaos tersebut dijajakan pedangan kaki lima. Sontak saya minta sang sopir berhenti. Saya pun berlari sejauh kira-kira 100 meter jauhnya untuk membelinya.

Share:

Jumat, 12 Maret 2021

Renyah Hitam Manis


Menjelang jarum jam menyentuh angka 12 siang ini, saya meninggalkan sekolah menuju kampung tercinta. Lokasinya tepat di perbatasan Kabupaten Tana Toraja-Kabupaten Enrekang. Salubarani, demikian nama kampung saya. Berada di ujung selatan Tana Toraja dalam predikat kelurahan. 

Perjalanan

Agenda saya ke sana adalah mengikuti rapat majelis gereja diperluas. Saya hadir sebagai undangan dalam kapasitas sekretaris panitia pembangunan Gereja Toraja Jemaat Bukit Sion Salubarani. Ya, agak kesiangan saya beranjak. Tugas pokok di sekolah melayani pembelajaran adalah prioritas utama hari ini yang wajib terselesaikan lebih dulu.

Panas terik menemani perjalanan saya. Saya tidak sendiri, ada putra ganteng saya duduk di samping. Diiringi musik, saya duduk di belakang kemudi. Sesekali saya menengok dia yang kepalanya goyang kiri-kanan karena mengantuk.

Beberapa kilometer di atas kapsul tua, cuaca panas makin menyengat. Tiupan angin masih kalah. Gerah dan rasa kantuk mulai merayu. Saya coba konsentrasi dengan menaikkan volume musik. Sukses. Mulut komat-kamit mengikuti alunan musik. Walaupun suara saya sangat mencemari pendengaran.🤣🤣🤣🤣

Di depan sana telah tampak gerbang megah dengan ornamen miniatur rumah adat Toraja, "Tongkonan." Ini pertanda saya hampir sampai di gereja. Belok kanan, dan tibalah saya. Ternyata peserta rapat sedang istirahat selepas mengisi lambung.

Ikut Rapat

Tidak lama kemudian rapat pun berlanjut. Pak pendeta terlihat meninggalkan meja rapat. Saya juga spontan menarik tangan anak saya keluar gereja menuju bagian konsistori. Ternyata pak pendeta memanggil saya untuk makan siang. 
 
Beberapa puluh menit menikmati makan, kenyang, selanjutnya kembali ke ruang rapat. Beberapa topik seputar program tahun ini masih ramai silang pendapat. Suara sedikit riuh oleh perbedaan ide menjadi bumbu penyedap.

Pisang Goreng dan Kopi

Beberapa saat kemudian, para ibu-ibu menyuguhkan kopi panas dan pisang goreng. Renyah pisang gorengnya yang hangat. Manis kopi panasnya. Rasa kantuk menyingkir pelan-pelan. 

Sepotong habis, perut berbisik ke leher minta tambah. Kopi pun berujar yang sama. Hmm mm..... Kressss..... Nikmat..... Hampir habis. Teringat saya pada my pretty boy. Ternyata dia juga sangat doyan.


Eits.... ada ketel kuning nongol. Cairan kuning segar nampak di sana. Sudah pasti itu sirup ABC. Pengen dong..... hehehehe.

Kembali

Rapat selesai. Waktunya pulang. Capek....tapi saya sempatkan singgah di pondok tua saya. Sekaligus memuaskan hasrat anakku bermain. Lokasinya sudah lapang setelah sebuah ekskavator meratakannya selama 30 jam minggu lalu. Semoga rencana saya berikutnya boleh berjalan dengan baik.

Menjelang adzan magrib terdengar, saya pun beranjak kembali ke Makale. Enggan sih pulang, tapi ada istri di sana menunggu....hihihi.

Share:

Promo Buku

Promo Buku
Bisa pesan langsung ke Penerbit ANDI Offset atau lewat Penulis (Klik Gambar).

Personal Contact Information

E-mail: romapatandean@gmail.com
HP: 081355632823

About Me

Foto saya
Be proud of the imperfection. It is the true guide to the ultimate welfare of the soul.

YouTube Roma Patandean

Labels

Followers

Visitors

Free counters!

Update COVID-19 di Indonesia