Rabu, 03 Juni 2020

KARYA TULIS PTK BISA DIBUAT BUKU BER-ISBN


Bagi guru ASN, memiliki PTK berarti memiliki 4 kredit karya publikasi ilmiah untuk menunjang kenaikan pangkat. Ada PTK berati dapat mengahasilkan angka kredit lainnya. PTK bisa dibuat artikel untuk dijurnalkan atau diolah menjadi makalah. Di samping itu, PTK dapat pula  dijadikan buku. Buku ini memiliki manfaat lain. Selain sebagai bahan literasi bacaan, pendidik lainnya juga dapat menjadikannya pedoman untuk membuat PTK.

Karya pengembangan diri adalah salah satu syarat kenaikan golongan/pangkat untuk guru ASN. Terutama golongan IV.a ke atas yang harus memiliki publikasi, salah satunya buku. Buku bukan hanya terkait buku pelajaran, modul dan sebagainya. Ternyata buku ber-ISBN bisa dibuat dari Penelitian Tindakan Kelas.

Mengubah karya PTK menjadi sebuah buku tentu tidak mudah. Bisa dikatakan susah-susah gampang. Ini terkait menentukan latar belakang  penulisan dan menentukan PTK. Kedua hal ini merupakan modal awal atau titik awal  bagi seorang guru yang menentukan apakah  PTK dapat dilakukan.

Setiap guru pastinya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri dalam menyusun PTK. Menurut editor perbukuan, banyak diterima naskah untuk diterbitkan dari penulis. Ini tentunya tidak menerbitkan asal langsung  cetak hasil PTK atau PTK ganti sampul jadi PTK. Tetapi mengubah terlebih dahulu selayaknya buku yang lebik oke penampakannya untuk dibaca dan juga menarik serta layak untuk dipasarkan.

PTK menjadi Buku
Menjadi editor dan bisa membuat tulisan menjadi menarik untuk dibaca tentunya memiliki kelebihan tersendiri. Menurut, ibu Hati Nurahayu, seorang editor dan pegiat literasi dari Bandung, membangun kebiasaan sebagai editor lewat membantu guru menerbitkan buku. Untuk mengubah buku menjadi PTK, ia banyak membaca buku best seller, bagaimana mereka menyajikan materi untuk menjadi sebuah buku. Melihat tata letak sebuah buku agar lebih menarik dibaca. 

Selain itu, ia juga menyediakan bacaan sumber lain. Ini dikarenakan editor juga harus banyak membaca buku sumber relevan. Setiap buku bervariasi tentunya. Ada yang sederhana menjadi luar biasa dari PTK. Tergantung isi dan konten PTK yang dibuat guru, dan ide yang dikembangkan. Tetapi karena semakin banyak guru yang ingin dibantu mengubah PTK, saat ini ia menyerahkan ke penulis mengubah terlebih dahulu agar belajar juga membuat menjadi buku dari PTK-nya.

Nah, bagaimana membukukan PTK?, ibu Hati mengatakan bahwa PTK bisa diubah menjadi 2 versi. Lihat contoh di bawah ini.

#Versi 1:
Penelitian Contoh Judul PTK :
Implementasi Media Kartu ... dalam Pembelajaran Sistem Rangka untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VIII SMP ....

Judul Buku:
Media Kartu ... dalam Pembelajaran Sistem Rangka

Sementara kerangka bukunya seperti ini.

Judul
Penerapan Media Kartu ... dalam Pembelajaran Sistem Rangka

Kata Pengantar
Menyatakan tentang buku ini telah tersusun untuk memenuhi literasi di bidang pendidikan, jangan mengatakan Penelitian. Atau dapat disebutkan buku hasil dari pengembangan hasil Penelitian yang disusun menjadi buku dengan judul “Media Kartu ... dalam Pembelajaran Sistem Rangka”

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bagian 1. PEMBUKA
A. Latar Belakang Penulisan Buku
B. Tujuan
Bagian 2. TENTANG PEMBELAJARAN
A. Tentang Belajar
B. Tentang Mengajar
C. Proses Belajar Mengajar
D. Pembelajaran yang Bermakna
Bagian 3 TENTANG MEDIA
A. Pengertian Media
B. Manfaat Media Pembelajaran
C. Jenis – Jenis Media Pembelajaran
Bagian 4 MEDIA KARTU KUARTET
A. Apa Media Kartu Kuartet Itu
B. Cara Menyusun Media Kartu Kuartet
C. Trik Jitu Menyusun Kartu Kuartet
D. Cara Memainkan Media Kartu Kuartet
Bagian 5 SISTEM RANGKA
A. Arti, Manfaat dan Jenis Sistem Rangka
B. Jenis –Jenis Rangka
C. Persendian
D. Kelainan pada Sistem Rangka
Bagian 6 KARTU KUARTET DAN SISTEM RANGKA
A. Komponen Penempatan Isi Materi pada Kartu Kuartet
B. Bentuk Media Kartu Kuartet Berisi Materi Sistem Rangka
Bagian 7 PENERAPAN PEMBELAJARAN
Uraian pada bab ini diangkat dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di ... pada ....

Data yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah ... yang dikumpulkan dengan instrumen ....

Data dianalisis dengan ....
Lalu sub bab berikutnya mengikuti sub bab pada bab Hasil Penelitian dan pembahasan.

Hasil refleksi
Bagian 8 PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
BIOGRAFI PENULIS

#Versi 2:

Judul
MARI MENULIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Kata Pengantar
Menyatakan tentang buku ini telah tersusun untuk memenuhi literasi di bidang pendidikan terutama cara penulisan Penelitian Tindakan kelas yang masih belum dipahami oleh kebanyakan guru. ……… Penulis mencoba membuat buku ini tentang “Mari Menulis Penelitian Tindakan Kelas “
……….
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bagian 1. PEMBUKA
A. Latar Belakang
B. Tujuan
Bagian 2. PTK ITU APA?
A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
B. Bagaimana membuat judul PTK
C. Jenis-Jenis PTK
Bagian 3 SISTEMATIKA PENULISAN PTK
A. Membuat Proposal PTK
B. Membuat Laporan PTK
Bagian 4 CONTOH PTK PENULIS
A. Proposal PTK
B. LAPORAN PTK
LAMPIRAN INSTRUMEN PTK
DAFTAR PUSTAKA
BIOGRAFI PENULIS

Adapun contoh Buku PTK, kerangkanya bisa seperti model berikut.

Menulis
Penelitian Tindakan Kelas

Daftar Isi
Kata Pengantar Penulis
Kata Pengantar Penerbit
Daftar Isi
1. Mengenal Profesi Guru
A. Pengertian Guru
B. Kriteria Guru
C. Syarat Guru
D. Fungsi dan Peran Guru
2. Tingkatkan Tradisi Menulis PTK
A. Alasan Guru Takut Menulis PTK
B. Manfaat Menulis PTK
3. Hakikat Penelitian Tindakan Kelas
A. Pengertian
B. Prinsip Penelitian Tindakan Kelas
C. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas
D. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
4. Model-Model PTK
A. Model Kurt Lewin
B. Model Kemmis dan Mc Taggart
C. Model John Elliot
D. Model Hopkins
E. Model Kemmis
5. Penyusunan Proposal PTK
A. Judul Penelitian
B. Bidang Ilmu
C. Pendahuluan
D. Perumusan dan Pemecahan Masalah
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
G. Kajian Pustaka
H. Rencana dan Prosedur Penelitian
6. Prosedur PTK
7. Contoh Proposal Penelitian Tindakan
8. Contoh Laporan Penelitian Tindakan
9. Contoh Penelitian Tindakan Kelas
Daftar Pustaka
Biografi Penulis

Dengan demikian, kita bisa menentukan versi mana yang sesuai dengan ciri khas kita untuk nantinya dijadikan buku.

Selama ini, banyak penulis yang belum mengubah PTK menjadi buku, sehingga editor lebih mengarahkan mereka mengubah versi buku terlebih  dahulu. Dalam mengubah PTK  menjadi buku, penting sekali memperbannyak isi materi variabel bebasnya dari kata kunci judul buku kita atau lebih memperluas isi bacaannya. Tentunya  berdasarkan sumber relevan yang kita pakai.

Dalam mengedit PTK menjadi buku, ada bagian-bagiannya yang perlu dihapus/dibuang, misalnya kalimat-kalimat pada pendahuluan dan bagian kata-kata PTKnya. Lalu ada bagian yang ditambahkan di materi kata kunci PTK. Misalnya,  judul: Implementasi Media  Steareofoam  Pembelajaran  Organisasi Kehidupan Untuk Meningkatkan Kreativitas. Ini dikembangkan  tentang Media (Pengetian, manfaat, jenis),  Pembelajaran (materi tentang  belajar mengajar),  Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).

Diupayakan agar pembaca memahami isi buku secara lengkap, dan mengena apabila menjadi buku. Pengembangan bebas,  terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing yang berbeda sesuai pengalaman dan referensi yang digunakannya. Semakin literat penulisnya,  akan semakin oke buku yang dia tulis. Karena literasi adalah rangkaian membaca, berpikir dan menulis.

Ketika menyusun Buku PTK, boleh terdiri dari 2 orang guru.  Penting untuk mengetahui jika nilai angka kredit buku beda lnilainya dengan PTK. Kita mengembangkan buku dari isi PTK. Jadi tidak masalah penulis dua orang. Terkait angka kreditnya akan dibagi dua oleh kedua penulis.

Jumlah halaman ideal untuk sebuah buka adalah 70 halaman. Isi materi bahasan lebih diperbanyak, dikembangkan. Usahakan jangan sesimpel dan mirip dengan PTK aslinya. Intinya menggunakan bahasa untuk memenuhi kriteria buku.

Satu siklus bisa membuat PTK berhasil. Namun, dalam artian siklus kedua tetap direncanakan jika siklus pertama tidak berhasil. PTK fokus ke inti permasalahan, misalkan tentang karakter, atau pemahaman. Disarankan jangan banyak indikator. Contoh, meningkatkan keterampilan dan hasil belajar, tetapi fokus ke keterampilan dan diperjelas dalam tindakan juga refleksi.

Sebaiknya jika siklus dua dalam PTK mengalami peningkatan, siklusnya sampai di sana saja. Kalau siklus ketiga mengalami penurunan, maka perlu dilakukan refleksi dan tindakan selanjutnya.Kemudian variabelnya jangan terlalu banyak. Bisa saja kita tidak berhasil karena tidak fokus menilai setiap indikator dari variabel itu. Fokus satu variabel dan mendalam pembahasannya. Itulah namanya PTK.

Unsur keseluruhan PTK bisa dimasukkan dalam buku. Tapi diberi tambahan materi tentang PTK. Data grafik boleh dimasukkan, itu sebagai bukti telah diterapkan atau diaplikasikan di kelas.
Sementara hasil penelitian R&D bisa juga dikembangkan dan dijadikan sebuah buku.

Sebaiknya satu PTK dijadikan 1 buku. Namun kita bisa membuat buku dari kumpulan beberapa PTK. PTK yang belum diseminarkan pun bisa dijadikan buku. Sebuah best practice bisa juga dibuat buku. Tentunya dengan pengembangan materi yang relevan.

PTK dan best practice sangat berbeda. PTK ada alur penelitian, serangkaian observasi, rencana, tindakan, refleksi, juga terdiri atas satu hingga tiga siklus. Best practice adalah pengalaman terbaik di kelas dengan sistematika tertentu yang lebih sederhana. Laporan PTK dapat dijadikan best practice, namun laporan best practice tidak dapat dijadikan PTK.

Mengolah kalimat PTK, jangan ada kata-kata laporan PTK dari pengantar atau di pembuka atau kata kunci dari PTK kita. Banyak guru kebingungan mencari judul. Kita tidak usah bingung, ambil intinya saja, PTK kita jadi asik untuk dikembangkan menjadi buku bacaan juga.

Jadi, agar KTI kita lebih  kaya manfaat, maka perlu dibukukan sehingga bisa dibaca rekan-rekan pendidik lainnya. Ini lebih baik dari pada berbagi file PTK kita. Dibukukan, artinya memiliki ISBN  dan menjadi karya kita tak lekang oleh waktu kebermanfaatannya.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 02 Juni 2020

SEKALI KLIK

Sepanjang malam hujan turun dengan derasnya. Nikmatnya tidur dibuatnya. Hingga pagi mengintip masih masih berlomba dari langit. Rasanya ingin berdiam dalam hangatnya balutan selimut. Namun, segera saya terhenyak. Ada sesuatu yang seolah-olah membangunkan. Ya, hari ini ada beberapa kegiatan online

Bangun pagi, langsung nyalakan PC sembari mengecek pesan-pesan di WA. Pesan pertama dari Dr. James Andrew Buchanan, hari ini jam 9 ada presentasi via ZOOM. Sebua presentasi tentang membaca budaya Toraja dalam konteks PB. Puji syukur presentasi berjalan dengan baik. Saya dapat jatah orang pertama. Awalnya ada perasaan grogi sedikit. Soalnya presentasinya ke Sydney, Australia. 

Lalu, grup WA sekolah ramai oleh informasi seputar pelaksanaan Penilaian Akhir Semester bagi kelas X dan XI. Ada rekan yang sudah mengupload daftar hadir, dsbnya.

Di grup PGRI cabang dan kabupaten muncul update informasi seputar perkembangan pengumpulan donasi untuk rekan-rekan guru honorer dan tendik honorer. Kebetulan sehari sebelumnya saya rampungkan kegiatan kami dalam bentuk banner dan saya telah posting di grup Rakornas PGRI.


Saya cek instagram, akun @pbpgri_official muncul paling atas dengan postingan donasi PGRI Kab. Tana Toraja kepada guru-guru honorer terdampak corona.

Kemudian di grup WA Hafecs sudah ramai pula dengan beragam postingan admin. Hari ini, jam 10.00 WITA workshop akan segera dimulai. Sebuah workshop selama 64 JP via ZOOM. Dari sekolah saya ada 25 peserta yang ikut. 

Di grup paling hot in news, grup Belajar menulis gel. 8 bertengger Omjay dan instagrammnya.

Masih beragam informasi lain yang berseliweran di grup. Sementara, pukul 11.00-12.30, ujian PAS mapel saya akan dilangsungkan di kelas X dan XI. 

Beragam kegiatan hari ini, bisa dilaksanakan dari satu kursi dan satu tool. Semua bisa dilakukan karena kecanggilan TIK. Sekali klik, aktifitas berjalan.




SHUT DOWN

Hampir sepanjang hari ini tampil beda. Tampil beda dari hari-hari kemarin. Hampir seminggu panas terik mentari menyengat. Memanaskan apa saja yang dijangkau cahayanya. Termasuk menambah hitam kulitku makin gelap.

Sejak jam 10 pagi mulai mendung. Tiba-tiba hujan deras datang menyentak. Menyentak karena derasnya dalam beberapa menit. Otomatis basah kuyup pengendara motor berlalu.

Hujanpun tak berhenti jelang tengah malam. Semoga saja tidak terjadi longsoran tanah. Harap cemas sungai kecil tidak meluap. Jika sampai terjadi, dijamin tidak tidur.  

Apalagi bawaannya ngantuk hampir  sepanjang hari ini. Ternyata tanda hujan deras sepanjang hari. Tempat tidur seolah-olah telah memanggil. Kesimpulannya, saatnya tutup semua tugas pekerjaan. Anakku juga sudah menghampiri, "papa, tidur."

Shut downlah komputer terlebih dulu, kataku. Tutup rapat semuanya, pintu, kran air. Tak lupa merapikan colokan listrik. Menata ulang buku-buku yang berserakan.

Mata juga waktunya di-shut down. Sebelum tarik selimut, cek siaran TV. Eh, serial Dunia Terbalik lagi ON. Hiburan favorit saya rupanya masih tayang. Batal tidur.... Cancel tutup mata.......

Selamat menonton.

Senin, 01 Juni 2020

PENTINGNYA KOLABORASI DALAM MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU

Banyak orang tidak tahu bahwa menulis buku itu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu menulislah setiap hari di blog Anda. Dengan begitu Anda bisa membuat buku dari hasil tulisan-tulisan yang menghiasi blog Anda. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Ketika materi tulisan Anda makin banyak dan makin berkembang, niscaya tulisan-tulisan tersebut dapat disatukan. Jadi, Anda bisa menerbitkan buku dari hasil menulis di  blog.

Bagaimana tulisan di blog bisa menjadi sebuah buku? Di sinilah pentingnya kolaborasi. Anda perlu menjalin kerja sama dengan pihak lain, dalam hal ini berkolaborasi dengan seorang editor. Editor berpengalaman tentunya sudah fasih dalam hal editing tulisan. Jaminannya adalah kualitas tulisan dan kulitas buku yang dihasilkan nantinya.

Sebagai contoh, buku Catatan Harian Seorang Guru Blogger, karya bapak Wijaya Kusumah (Omjay), itu diterbitkan dalam kurun waktu 6 bulan. Buku tersebut dikerjakan dengan sangat teliti oleh seorang editor, yakni pak Sukarno. Selama pengerjaan buku,  tidak pernah satu kalipun mereka bertatap muka. Pak Sukarno mengerjakannya di Semarang. Sedangkan Omjay ada di bekasi. Mereka berkomunikasi hanya lewat media WA saja. Konten tulisan diambil dari kisah nyata Omjay yang ditulis di blog.


Kemudian, buku Melejitkan Keterampilan Menulis Siswa diterbitkan dalam waktu 3 bulan. Buku itu adalah hasil penelitian tindakan kelas atau PTK yang lolos masuk final Lomba Karya Tulis Inovasi Pembelajaran tingkat nasional. Berkat PTK tersebut, Omjay mendapatkan laptop baru dan uang jutaan rupiah. Ia bisa ke Bali, gratis, naik pesawat Garuda Indonesia dan menginap di hotel bintang 5.
Pada awalnya Omjay tidak tahu kalau hasil PTK bisa dijadikan buku ber-ISBN. Ia akhirnya tahu ilmunya setelah belajar sama pak Lukman di Jawa Timur secara online. Sementara bertindak selaku editor adalah ibu Hati di Bandung. Beliau menawarkan diri mengedit tulisan Omjay. Tentu saja Omjay senang sekali karena belum punya pengalaman sama sekali menulis buku dari hasil PTK. Di kemudian hari, buku itu jadi dan banyak yang memesannya.

Berkat membuat laporan PTK yang baik, Omjay juga mendapat hadiah kuliah singkat ke China University of Mining Technology atau CUMT. Ia belajar steam di sana dan pulang membawa uang 21 juta rupiah. Bukan hanya uang tapi juga segudang pengetahuan baru yang akan ia terbitkan dalam buku baru. Sekarang buku tersebut sedang dikerjakan prosesnya di Penerbit Camp Pustaka Yogyakarta.

Lalu, buku Blogger Ternama adalah sebuah buku yang diterbitkan dari hasil menulis di blog selama 6 bulan. Buku tersebut diterbitkan oleh pak Wiranto dari Penerbit Camp Pustaka. Isinya kisah nyata Omjay menulis di blog dan menjadi blogger ternama.

Melalui buku tersebut, Omjay mengajak kawan-kawan guru seluruh Indonesia untuk menulis di blog dan kemudian merajut tulisannya menjadi buku yang layak jual. Jadi, ia tidak mengajari guru tentang cara membuat blog. Tetapi bagaimana mengisinya. Sebab, cara membuat blog dapat dengan mudah kita dapatkan di google dan YouTube. Banyak orang baik yang sudah menuliskannya di internet. Sehingga kapanpun dan di manapun, bisa diakses untuk dijadikan panduan.

Blogger ternama ditulis dari kisah-kisah inspiratif bagaimana seorang guru yang biasa saja dapat menjadi guru yang luar biasa.

Bahkan berkat rajin menulis di blog, Omjay diundang keliling Indonesia dan diajak makan siang di istana negara bersama presiden Jokowi. Luar biasa!

Itulah keajaiban ngeblog atau menulis di blog yang mengantarkan Omjay menjadi blogger ternama. Bahkan ia bersama istri tercinta bisa menikmati bulan madu kesekian kalinya yang gratis ke Singapura. Semua itu gara-gara menulis di blog. Hal itulah yang ingin ia tularkan dalam buku ini.

Bukan menularkan virus corona, ya, tapi menularkan virus ngeblog di kalangan guru Indonesia. Dengan begitu para guru menjadi blogger ternama dan menjadi guru blogger Indonesia.

Buku Menulislah Setiap Hari adalah buku pertama kali yang Omjay terbitkan di penerbit mayor. Perlu waktu 3 tahun menerbitkan bukunya. Kala itu, ia masih belum percaya diri menerbitkan buku. Sebab seringkali ditolak oleh penerbit mayor.

Namun Omjay tak pernah putus asa. Buku itu, akhirnya jadi berkat jasa mbak Abdah Khan. Berkat beliau buku itu menjadi enak dan renyah dibaca.

Selanjutnya, buku itu diterbitkan oleh penerbit Indeks Jakarat dengan editor mas Yuan Acita. Sampai sekarang Omjay belum pernah bertemu orangnya. Kabarnya beliau ada di Padang. Berkat tangan dingin beliau buku ini laku keras dan tersebar ke seluruh Indonesia. Berkat buku ini Omjay membeli rumah baru. Tidak besar tapi cukup untuk berlibur bersama keluarga di Wanaraja, Garut, Jawa Barat.

Dalam menulis, kolaborasi itu sangat penting, terutama bagi penulis-penulis pemula. Keempat buku karya Omjay yang diterbitkan adalah berkat kolaborasi antara penulis dan editor. Penerbit yang baik tentu memerlukan waktu dalam proses editingnya. Hal ini kurang disadari oleh para penulis pemula. Apalagi buat kawan guru yang menulis hanya untuk kenaikan pangkat.

Jadi menulis buku itu bertujuan berbagi ilmu dan pengalaman. Bukan sekedar menambah poin untuk kenaikan pangkat saja bagi guru ASN.

Menghasilkan sebuah karya besar tentunya diraih lewat perjuangan berat. Berbagai hal dilakukan untuk mencapainya. Dalam menulis pun banyak cara bisa dilakukan untuk sukses. Misalnya berbagi hal-hal sederhana. Berbagi itu tidak pernah rugi. Berbagi akan membawa kebaikan. Memang tidak instan. Butuh waktu lama untuk berproses. Kita bisa berbagi ilmu lewat tulisan blog di internet.

Kesuksesan itu butuh proses. Ibarat bertani. Kita akan menghasilkan padi yang bagus kalau prosesnya bagus. Ingat selalu filosofi padi. Kian berisi kian merunduk. Hal itulah yang Omjay lakukan selama 11 tahun. Orang mengenalnya dari tulisan-tulisan di blog.

Menulis buku dengan konten hasil menulis diblog temanya bebas dan bervariasi, yang jelasnya enak dibaca.

Menerbitkan buku di penerbit indie, maka trik pemasarannya agar buku itu laku jual, salah satunya dengan Rajin bergabung di media sosial dan WA group.

Dari sejumlah penerbit-penerbit yang menerbitkan buku Omjay, Tata Akbar dan Presindo merupakan penerbit indie, sedangkan Indeks dan Camp Pustaka adalah penerbit mayor.

Menulis dan meberbitkan buku butuh kolaborasi. Penulis tidak bisa bekerja sendiri. Butuh orang lain yang baik hati, seperti editor yang menemukan kesalahan kita dalam menulis. Oleh karena itu nikmati prosesnya dan mulailah menulis di blog. Diminta atau tidak diminta, blog harus kita isi dengan tulisan yang menarik dan inspiratif. Pasti akan banyak pengunjungnya tanpa kita minta.

Minggu, 31 Mei 2020

PANCASILA 2020



1 Juni telah ditetapkan secara resmi sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Dalam Keputusan Presiden Nomor tersebut terdapat tiga keputusan; yaitu:
  1. Menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila,
  2. Tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional, dan
  3. Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

Pancasila adalah sumber ideologi bagi Bangsa dan Negara. Dalam hal ini dimaknai sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, keyakinan dan nilai bangsa Indonesia yang perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ketangguhan Pancasila benar-benar selalu diuji dalam perjalanannya bersama negeri ini. Berbagai kejadian senantiasa datang mengguncangnya setiap waktu. Terakhir setelah panggung penuh drama pemilihan presiden dan wakil presiden tahun lalu, kini Covid-19 yang mengujinya.

Ujian pada Pancasila tentunya adalah ujian bagi warna negara dibawah kepak sayapnya. Kita sebagai rakyat harus kuat menahan gempuran virus Corona. Jika kita sampai bertekuk lutut, Pancasila akan goyah. Ia tidak akan mampu bertahan jika kita lemah. 

Bersatu adalah kunci kekuatan. Gotong royong harus senantiasa digaungkan. Bersama-sama adalah salah satu ciri khas bangsa kita. Bersatu dalam pikiran, ide dan gagasan. Bersatu menyatukan persepsi. Bersatu dalam mengambil tindakan. Bersatu dalam mengambil keputusan.

Era modernitas membawa perkembangan pesat hingga kini. Hampir semua sendi kehidupan dipengaruhinya. Diantara semua kebaikan dan manfaat modernisasi, pengaruh individualismelah yang harus diminimalisir. Namun, ini tidak sesuai untuk bangsa kita yang penuh warna-warni keragaman. Sikap individualis justru bisa meretakkan Pancasila yang kita banggakan. 

Covid-19 sebenarnya memberikan pelajaran bagi kita untuk memperkokoh Pancasila. Walaupun ia virus mematikan, namun sebenarnya membawa pesan untuk dipelajari. Jika kita memilih berjalan sendiri, kita akan gampang tersesat dan rentan tertular virus. Mudah sakit, mudah menyebarkannya lagi dan bisa saja mempermudah kita kembali padaNya.

Pesan utamanya adalah senantiasa bersatu. Selalu bersama-sama. Saling memberi pertolongan. Apapun bentuknya, jangan sampai negara kita berantakan

Bersatu dalam segala hal. Satu pikiran untuk mengambil kebijakan. Satu pikiran menentukan keputusan. Satu pikiran untuk melaksanakan perintah. Satu pikiran untuk senantiasa menjaga kesehatan. Satu tindakan untuk hidup sehat. Paling utama, satu sebagai bangsa Indonesia yang utuh. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.


Sabtu, 30 Mei 2020

SEKOLAH SWASTA DI TENGAH PANDEMI VIRUS CORONA



Bisakah sekolah swasta bertahan di tengah wabah virus corona? Bagaimana strategi menghadapinya? Apakah orang tua tetap mau membayar uang sekolah?

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru telah dibuka di berbagai jenjang sekolah. Kelompok Bermain, PAUD, TK, SD, SMP, MTs hingga SMA, SMK, MA sederajat telah membuka sesi pendaftaran. Bukan hanya sekolah negeri di bawah naungan pemerintah. Sekolah swasta juga telah membuka layanan pendaftarannya. Informasi pendaftaran saat ini lebih gampang menyebarkannya secara online dan melalui media sosial.

Nah, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, sekolah-sekolah swasta tentunya ikut berbenah. Menyiapkan langkah-langkah pengelolaan sekolah ke depannya. Tantangan sekolah swasta saat ini adalah seperti apa kiat mereka bertahan dalam kondisi saat ini. Secara khusus terkait biaya pendidikan. Seperti kita ketahui, operasional sekolah swasta lebih banyak tergantung ke biaya partisipasi dari peserta didik. 

Saya mengatakan bahwa sekolah swasta harus tetap bernafas memberi layanan pendidikan. Mengapa? Karena calon peserta didik baru dan lulusan-lulusan untuk jenjang selanjutnya tidak akan mampu ditampung seluruhnya oleh sekolah-sekolah negeri. Apalagi kuota daya tampung untuk setiap rombel telah di atur jumlah maksimalnya. 

Langkah pertama yang bisa dilakukan sekolah swasta adalah menyiapkan dan mempromosikan metode pembelajaran mereka jika kegiatan belajar mengajar nantinya di tahun ajaran baru masih tetap dilaksanakan dari rumah. Penting untuk mensosialisasikan secara jelas dan terus menerus kepada para orang tua peserta didik bahwa kedudukan belajar online dan belajar konvensional itu adalah sama. Cara pelaksanaannya saja yang berbeda.

Kedua, memberikan penjelasan secara detail tentang seperti apa cara guru-guru mengajar secara online. Sejauh mana kesiapan para guru. Sekolah harus memastikan bahwa semua guru mereka bisa mengajar secara online. Kelengkapan sumber daya yang dimiliki guru dan sekolah untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga harus disampaikan secara jelas. Lalu, sejauh mana materi-materi ajar akan sampai kepada anak. Termasuk di sini kesiapan sekolah untuk memberikan layanan door to door jika peserta didik mereka berada dalam zona WTS (wilayah tanpa sinyal).

Ketiga, sekolah menyediakan layanan Call Center yang berfungsi 24x7 yang gampang diakses masyarakat. Artinya 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Layanan ini bisa dalam bentuk nomor telepon, nomor WA, email, atau website sekolah. Layanan ini sangat penting sebagai sarana komunikasi di tengah pandemi saat ini.

Keempat, sangat diperlukan kontribusi langsung pejabat pembuat komitmen dan penanggung jawab yayasan pada sekolah swasta. Kontribusi di sini adalah menyiapkan opsi pembiayaan operasional sekolah, termasuk membayar gaji para guru dan tendiknya. Opsi ini dilaksanakan melalui penyiapan alokasi dana darurat khusus di sekolah. Kemudian pihak yayasan melakukakan penggalangan sumber dana lain lewat sponsor. 

Kelima, sekolah bisa menggerakkan usaha sekolah untuk mencari biaya tambahan. Misalnya menjual barang-barang kerajinan hasil karya anak kepada masyarakat secara online dengan harga terjangkau. Jangan lupa memberikan hastag menarik tentang penjualan hasil karya ini. Misalnya penjualan karya-karya anak dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran di sekolah selama pandemi.

Keenam, sekolah harus tetap memberikan sosialisasi tentang visi dan misi sekolah. Termasuk prestasi-prestasi yang diraih selama ini. Ini penting untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat. Para orang tua juga seringkali tidak mempertimbangkan besaran biaya sekolah tertentu, oleh karena output sekolah tersebut sudah dibuktikan di tengah masyarakat.

Ketujuh, sekolah menjalin komunikasi dengan semua alumninya. Menginventarisir semua alumni, baik yang memiliki pekerjaan tetap maupun yang tidak. Lalu, menyampaikan kondisi sekolah di tengah darurat kesehatan. Dukungan dana sedikit-demi sedikit dari para alumni bisa menopang biaya operasional sekolah. 

Selanjutnya, apakah orang tua harus tetap membayar uang sekolah. Jawabannya YA. Harus tetap membayar. Orang tua yang peduli akan pentingnya pendidikan, pentingnya belajar, pentingnya memperoleh nilai kehidupan dari sekolah, pasti akan mendukung sekolah yang dipilihkan untuk anaknya dalam bentuk dukungan biaya. Sekolah swasta bukan sekolah negeri yang punya dana rutin dari pemerintah, walaupun sama-sama menerima Dana BOS. Sekolah swasta memiliki banyak tanggungan yang harus dibiayai secara mandiri. Tanpa dukungan orang tua peserta didik secara penuh, sekolah swasta tidak akan maksimal membiayai operasionalnya. 

Terlepas dari banyaknya sekolah swasta yang bisa mandiri tanpa uluran tangan orang tua siswa karena dibawah naungan yayasan atau perusahaan besar yang sumber dananya stabil. Orang tua yang memilih sekolah swasta untuk anaknya harus memiliki kebesaran hati dan kepedulian untuk mendukung lewat partisipasi biaya.

Belajar secara online tidak dipungkiri lagi membutuhkan biaya besar. Misalnya, daya listrik untuk belajar live menggunakan komputer, daya paket data untuk guru-guru dan termasuk peserta didik, dsbnya. Ini harus menjadi pertimbangan para orang tua.

Belajar dari rumah bukan berarti sekolah tidak membutuhkan biaya perawatan. Justru seringkali peralatan yang tidak terpakai justru rusak dan membutuhkan biaya perawatan. Intinya, orang tua harus tetap mendukung sekolah swasta jika mereka memilih sekolah tersebut sebagai sarana pendidikan anaknya.

Tentunya pihak sekolah swasta juga harus merevisi besaran biaya pendidikan di sekolah selama masa pandemi. Misalnya ada pengurangan 15%-25% dari biaya normal selama ini. Pengurangan biaya ini bisa diperkuat dengan memberikan rancangan kebutuhan biaya sekolah selama satu bulan atau tiga bulan dalam bentuk data RKAS atau Rencana Anggaran Belanja kepada semua orang tua siswa nantinya. Sehingga orang tua bisa mempertimbangkannya. Transparansi penggunaan biaya sekolah dari peserta didik disampaikan kepada masyarakat. Minimal seperti itu.

Jika memungkinkan sekolah swasta membuka daftar pemberi bantuan kepada sekolah selama pandemi, misalnya bantuan paket data bulanan. Ya, siapa tahu ada perusahaan-perusahaan di daerah yang berkenan memberi dukungan. Luar biasa lagi jika Telkom dan Indosat serta provider lainnya memberikan layanan gratis data kepada sekolah-sekolah swasta yang membutuhkan. Minimal diskon 50% dari harga normal selama satu bulan.

Terkait alumni sekolah, jika ada alumni yang tidak bekerja secara tetap atau penghasilannya terbatas dan ada anaknya yang akan masuk atau sementara belajar di sekolah itu, sekolah bisa memberi kompensasi pengurangan biaya. 

Jadi, pendapat saya, sekolah swasta harus tetap eksis di masa pandemi. Kreatifitas sekolah sangat dibutuhkan. Evaluasi dan penyesuaian biaya perlu dipertimbangkan. Orang tua harus mendukung penuh keberadaan sekolah swasta dalam bentuk dukungan dana. Baik masyarakat umum maupun korporasi perlu membantu sekolah swasta. Demi kemajuan negeri kita. 

Salam Sehat.

KARYA TULIS PTK BISA DIBUAT BUKU BER-ISBN

Bagi guru ASN, memiliki PTK berarti memiliki 4 kredit karya publikasi ilmiah untuk menunjang kenaikan pangkat. Ada PTK berati dapat men...