Rabu, 15 September 2021

Menciptakan Budaya Menulis

Menulis akan menjadi budaya ketika seseorang mulai menciptakannya. Sumber Foto: Dok. Pribadi.


Cara seperti apa yang menjadi tips terbaik agar menulis menjadi salah satu budaya kita? Saya memulainya dengan mengatakan “Tulis, tulis dan tuliskan apa saja.” Menulisnya dimana? Tuliskan dalam bentuk catatan singakt menyerupai memo di handphone, layanan pesan instan, notes, dll.

Belajar pada Jeff Bezos

Kita dapat belajar pada CEO Amazon, Jeff Bezos tentang cara menciptakan budaya menulis. Jeff Bezos sendiri adalah penulis yang brilian. Namun, dia bukan jurusan menulis di perguruan tinggi. Dia sengaja mengasah keterampilan ini melalui 3 dekade latihan di tempat kerja. Dan dalam perjalanannya dia telah memaksa banyak orang lain untuk menjadi penulis yang jauh lebih baik.

Salah satu keputusan terbaiknya adalah membuang catatan presentasi menggunakan PowerPoint. Dalam sebuah emailnya beliau mengatakan, “Dari pada membuat presentasi, semua eksekutif Amazon diminta untuk menulis memo 2 hingga 6 halaman untuk gagasan apa pun yang mereka miliki. Rapat dimulai di mana semua orang duduk dengan tenang di sebuah ruangan dan membaca memo secara personal. Selanjutnya diikuti dengan orang-orang yang mengajukan pertanyaan dan kemudian diskusi terbuka secara umum.

Menurut saya ini ide yang cukup sederhana. Namun, itu sangat kuat. Sangat mudah untuk penulis lakukan. Kekuatannya ada pada ajakan membuat narasi yang baik. Aktivitas ini memaksa penulis untuk berpikir. Sekaligus pula memaksa pembaca untuk berpikir.

Membiasakan Diri

Setiap orang tentu menemui kesulitan ketika mulai membiasakan diri dengan budaya menulis. Ya, setia permulaan ada kesulitannya dan ada tantangannya. Seperti seorang bayi yang belajar telungkup. Usaha berulang-ulang ketika memulai sangat keras. Bukan hanya sehari, bisa berhari-hari hingga bisa sukses telungkup pertama kalinya.

Agar seseorang dapat berkembang sebagai penulis, maka tentunya harus ada latihan menulis secara rutin. Ia bisa memulainya dengan menulis satu paragraf setiap hari. Kemudian jika mulai rutin, ia naikkan menjadi tiga paragraf sehari, dstnya.

Jika terbiasa menulis email, maka usahakan menulis email minimal sekali sehari. Mulailah dengan membalas setiap email di kotal masuk. Kegiatan menulis pendek setiap hari membantu membangun kebiasaan baru. Seseorang yang terbiasa bangun pagi, tanpa mendapat perintah akan selalu siuman pada jam rutin ia terjaga setiap pagi. Menulis juga demikian. Semakin terlatih, maka tanpa diminta ia akan menulis secara rutin. Seolah-olah ada pengingat setiap harinya untuk menulis.

Paksakan

Sebagai seseorang yang baru mulai menulis, saya pun mengakui bahwa itu adalah salah satu fungsi pemaksaan terbaik untuk melatih dan mengembangkan pikiran saya. Oya, sangat mudah untuk memiliki ide yang sempurna ketika hanya terdapat satu monolog di kepala saya sendiri. Anda bisa mencobanya. Mulailah dengan berpikir positif akan ide yang terlintas di kepala. Letakkan pelan-pelan pada secari kertas. Lalu berpikirlah logis. Buang pikiran-pikiran pesimis. Saya yakin tulisan Anda akan jadi kenyataan.

Mulailah merangkak dari satu pijakan. Berhenti sejenak, ambil nafas panjang. Tengok sesaat tulisan Anda. Tersenyumlah atas tulisan yang telah anda buat.

Semoga beruntung kita semua beruntung dalam mencoba menjadikan kegiatan menulis sebagai budaya.

Share:
Lokasi: Jl. Tritura, Kamali Pentalluan, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan 91817, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Promo Buku

Promo Buku
Bisa pesan langsung ke Penerbit ANDI Offset atau lewat Penulis (Klik Gambar).

Personal Contact Information

E-mail: romapatandean@gmail.com
HP: 081355632823

About Me

Foto saya
Be proud of the imperfection. It is the true guide to the ultimate welfare of the soul.

YouTube Roma Patandean

Blog Archive

Followers

Visitors

Free counters!

Update COVID-19 di Indonesia