Minggu, 17 April 2022

Refleksi Terbimbing - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Ilustrasi: Setiap pengambilan keputusan bersumber dari paradigma, prinsip dan langkah pengambilan keputusan dan berpegang pada nilai-nilai kebajikan universal.Sumber Foto: Dok. Pribadi.


Konsep-Konsep Dilema Etika dan Bujukan Moral

Tiga materi pokok dilema etika dan bujukan moral: 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan saya pahami bahwa dalam sebuah permasalahan selalu terdapat 4 paradigma yang menyertainya, dari paradigma tersebut dianalisa dalam sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang berpegang pada prinsip pengambilan keputusan sehingga tercipta keputusan yang berpihak pada murid. Tentunya hal yang terjadi di laur dugaan saya adalah pentingnya mempertimbangkan pengaruh dari keputusan yang diambil di lingkungan yang lebih luas melalui uji publikasi.

Pengalaman:  Studi Kasus

Tahun 2017, saya menjadi wali kelas. Pada suatu hari, saya masuk mengajar di kelas anak wali saya. Sesaat setelah saya masuk, kelas menjadi gaduh. Sebagian besar siswa menutup hidung mereka sambil tertawa. Saya bertanya, dan beberapa siswa menjawab serentak bahwa ada yang bau. Singkatnya ada salah satu siswi yang mengeluarkan bau tidak sedap dari keringat tubuhnya. Saya cari tahu, ternyata anak yang dimaksud sduah tidak ada di kelas, hanya tersisa tas dan pakaian olah raganya. Menurut teman sekelasnya, anak bersangkutan telah kembali ke rumahnya. Lalu saya telusuri informasinya lebih jauh. Ternyata ada 7 siswa yang memulai informasi itu dan berujung pada menjadi bahan olokan di kelas, sehingga satu temannya tersinggung. Ia merasa sakit hati dan pulang. Menurut tata tertib sekolah, 7 siswa yang melakukan provokasi tersebut masuk kategori perundungan (bullying) di mana poin pelanggarannya 75. Ketika saya cek di rekapan poin kelas ternyata, poin mereka telahn melebihi 100 poin. Jika kasus ini sampai kepada kesiswaan, maka ketujuh siswa tersebut akan segera dipindahbelajarkan atau terkena sanksi Drop Out dari sekolah. Ketujuh siswa tersebut sebenarnya baik perilakunya dan berprestasi. Jika saya berikan sanksi poin maka tentunya mereka dikeluarkan dari sekolah sementara saya tidak sampai hati jika mereka harus keluar.

Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan. Cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan  akan hidup

Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.  Siswa, guru, wali kelas, wakasek kesiswaan, guru BK, orang tua dan kepala sekolah terlibat dalam situasi ini.

Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.  Fakta-fakta yang terkait, antara lain: satu siswa pulang oleh karena perundungan, 7 siswa sebagai pelaku, tata tertbi sekolah dan rekap poin pelanggaran.

Pengujian benar atau salah.

  • Uji Legal: Tidak melanggar hukum.
  • Uji Regulasi/Standar Profesional: Jika saya tidak mengeluarkan siswa, maka saya melanggar tata tertib sekolah, jika siswa saya keluarkan maka saya melanggar profesionalisme saya selaku guru yakni pendidik. Siswa yang salah langsung saya hukum, maka sebenarnya saya tidak mendidiknya.
  • Uji Intuisi. Tentunya tindakan yang saya ambil tidak mengeluarkan siswa sebenarnya tidak sesuai dengan tata tertib sekolah. Oleh karena saya mengingat pentingnya mendidik, maka saya memilih mendidik 7 siswa yang bermasalah terlebih dahulu.
  • Uji Publikasi. Sekiranya keputusan saya terbit di media massa, saya merasa bertanggung jawab atas keputusan saya. Tindakan yang saya ambil benar secara moral sebagai pendidik.
  • Uji Panutan/Idola. Saya belajar dari masa lalu saya di bangku SMA, kala itu saya dan puluhan teman kelas bermasalah dengan sejumlah guru. Tapi kami tidak dikeluarkan dari sekolah. Kami diberi didikan dari kepala sekolah saat itu yang membuat kami berubah dan dimaafkan oleh guru-guru kami. 

Pengujian Paradigma Benar lawan Benar. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy); dan Jangka pendek lawan  jangka panjang (short term vs long term).

Melakukan Prinsip Resolusi. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, terdapat dua prinsip pada kasus ini, yakni Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking) dan Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).

Investigasi Opsi Trilema. Masalah ini sangat membingungkan saya. Tapi saya menyayangi semua anak wali saya, sehingga saya meminta 7 siswa yang bermasalah dan seluruh anak wali saya untuk mengunjungi temannya yang terkena perundungan di kelas. Luar biasanya, sore itu juga mereka semua akrab kembali bahkan dalam kunjungan ke rumah temannya, mereka semua menangis ketika menyampaikan permohonan maaf di depan teman dan orang tuanya. Saya masih mengambil opsi mendidik di sini sehingga semua siswa kembali bersatu sebagai anak wali saya. 

Buat Keputusan. Keputusan yang saya ambil adalah tidak memberikan poin pelanggaran kepada ketujuh anak wali saya tetapi mendidik mereka secara moral.

Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan. Jika saya berada pada posisi ketujuh anak wali saya, maka perasaan saya juga tidak nyaman dan bisa saja pendidikan saya terhenti.  .

Sejujujurnya telah berulang kali saya lakukan. Namun, setelah belajar modul ini, saya lebih bijaksana dan tidak mementingkan ego pribadi dan tekanan lingkungan kerja dalam mengambil keputusan. Saya telah mengenal akan pentingnya nilai-nilai kebajikan. Saya telah mendapatkan sebuah keterampilan baru dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Sebelum saya mempelajari modul ini, saya terbiasa menggunakan perasaan dan berpatokan pada aturan dalam mengambil keputusan, bahkan menggunakan kebutuhan pribadi di dalamnya. Namun, setalah memahami materi-materi yang ada, saya merasa tertantang untuk mempraktikkan bahwa ada serangkaian langkah yang bisa digunakan menganalisis permasalahan sebelum mengambil sebuah keputusan.

Selaku individu, materi pada modul ini membuka cakrawala pemikiran saya untuk melakukan hal-hal bijak dan bertanggung jawab dalam mengambil sebuah keputusan. Materi dalam modul ini menjadi ukuran pribadi saya dalam mendalami sebuah masalah sebelum mengambil keputusan. Sementara sebagai pemimpin pembelajaran, saya semakin menjadi dewasa di depan murid dan rekan sejawat saya. Ternyata, hal-hal sederhana seperti uji publikasi dan uji intuisi sangat mendukung pengambilan keputusan yang bermakna bagi murid.

Rencana

Saya percaya bahwa saya bisa melakukan perubahan di kelas dan lingkungan sekolah saya, secara khusus dalam mengambil keputusan-keputusan yang berpihak pada murid. Perubahan tersebut dapat terwujud melalui penerapan prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang mana mampu mengakomodasi nilai-nilai kebajikan yang bertentangan di dalamnya.

Sangat penting untuk menggunakan kearifan lokal dan budaya setempat dalam mengambil keputusan. Ini penting karena keputusan yang diambil sebaiknya berjalan bersama dengan budaya lokal di mana murid atau guru berada.

Nilai Kebajikan Kearifan Lokal

Nilai-nilai kebajikan dalam konteks budaya Toraja dikenal dengan Tallu Bakaa, yakni Kinaa (Bijaksana)/Manarang (Cerdas dan Visioner), Sugi’ (Sejahtera/Kaya) dan Barani (Berani/Percaya Diri). Sebagai seorang guru konsep budaya lokal orang Toraja ini saya jadikan sebagai panduan mengumpulkan fakta-fakta yang terkait dengan keputusan. Ketelitian dan kebijaksanaan dalam menelaah permasalahan merupakan tindak lanjut dari kinaa/manarang. Sugi’ di sini tidak saya ukur dari kepemilikan harta benda tetapi dari penguasaan ilmu pengetahuan yang saya miliki. Dengan memiliki kekayaan informasi, pengetahuan dan sumber belajar, saya dimudahkan dalam mendalami fakta yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi. Selanjutnya kemampuan menentukan keputusan yang diambil dengan segala efek yang ditimbulkannya adalah tuntunan dari adanya sikap barani


Share:
Lokasi: Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Promo Buku

Promo Buku
Bisa pesan langsung ke Penerbit ANDI Offset atau lewat Penulis (Klik Gambar).

Personal Contact Information

E-mail: romapatandean@gmail.com
HP: 081355632823

About Me

Foto saya
Be proud of the imperfection. It is the true guide to the ultimate welfare of the soul.

YouTube Roma Patandean

Followers

Visitors

Free counters!

Update COVID-19 di Indonesia