PROFIL

Yulius Roma Patandean, S.Pd., lahir di Tana Toraja, 6 Juli 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007). Saat ini sementara melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

MENGENALI PLATFORM PENDUKUNG BELAJAR ONLINE

Belajar dari rumah (BDR) merupakan salah satu tindak lanjut anjuran pemerintah untuk memotong rantai penyebaran COVID-19. Sekolah menyelenggarakan BDR artinya sekolah tidak menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Bagaimanapun opsi mengumpulkan siswa di sekolah untuk proses pembelajaran masih menjadi pertimbangan serius. Terutama untuk wilayah dengan zona orange, merah hingga hitam pandemi COVID-19.

BDR dan PJJ di Masa Pandemi Covid-19

Di awal tahun 2021, tepatnya pada awal bulan Februari ini, program Belajar Dari Rumah (BDR) masih menjadi opsi pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan. BDR dilaksanakan dalam dua acara, yakni Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) daring (online) dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) luring (offline). PJJ daring mengutamakan ketersediaan sumber daya internet, smartphone dan paket data. Sementara PJJ luring memanfaatkan layanan radio, TV Edukasi, modul, hingga pemanfaatan video pembelajaran dan sumber belajar lainnya di lingkungan peserta didik.

Cara Memanfaatkan Video Pembelajaran di Kelas Digital dan Kelas Terbalik

Pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) harus diakui sangat mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis digital. Digitalisasi turut pula mendorong lahirnya konten-konten video pembelajaran yang berkualitas. Tak bisa dipungkiri bahwa di masa akan datang, video pembelajaran akan banyak memuat bahan ajar berbasis real life, seperti video praktik Biologi berbasis virtual reality (VR). Jika saat ini pembelajaran di laboratorium sebatas mempraktekkan teroti yang siswa peroleh di ruang kelas, maka teknologi VR akan menghadirkan kondisi nyata ayng lebih mempermudah eksplorasi siswa.

MENGEFEKTIFKAN BELAJAR JARAK JAUH: MENGENALI MASALAH DAN MENEMUKAN SOLUSI

Mengajar secara jarak jauh telah menjadi salah satu kegiatan utama banyak pendidik saat ini. Seperti yang sementara berlangsung di berbagai negara, dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, sekolah-sekolah di Indonesia, lewat kebijakan pemerintah, telah memilih aktifitas pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan secara umum pembelajaran berlangsung online.

Rabu, 09 Februari 2022

Pembelajaran Berdiferensiasi - Pertanyaan-Pertanyaan Reflektif

 


Apa pengalaman Anda yang paling berkesan pada saat Anda melakukan proses pembelajaran di dalam kelas dengan murid yang beragam?

Setelah mengajar kurang lebh 14 tahun, dari tahun 2007 hingga saat ini, begitu banyak pengalaman yang saya alami. Setiap kelas yang saya ajar memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri. Keunikan ini dimulai dari keunikan berbeda pada setiap siswa. Setiap siswa memiliki keunikan yang sedikit banyak dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya. Kondisi dari ragam latar belakang inilah yang menciptakan ragam siswa di kelas saya.

Setiap tahun ajaran baru, akan hadir siswa baru dan kelas baru yang saya ajar dengan keragamannya. Katakanlah dalam Kelas X IPA 1 dan Kelas X Bahasa masing-masing terdiri dari 32 siswa, maka pada kelas tersebut terdapat pula masing-masing 32 keragaman. Keragaman mereka nampak dari sikap, sifat, tingkah laku, kecepatan belajar, gaya bicara, respon atas pelajaran, cara berkomunikasi, cara bergaul, dll.

Keragaman mereka memberi saya tantangan untuk bagaimana melayani kebutuhan mereka dengan maksimal. Tidak mungkin saya akan melakukan hanya satu strategi, satu gaya komunikasi satu model pembelajaran atau satu cara penilaian yang sama untuk memenuhi kebutuhan belajarnya. Pada setiap kelas yang saya ajar, hampir semuanya memiliki kenangannya sendiri.  Ada yang meninggalkan kesan ketika saya membantu menyelesaikan masalah “broken home”, pertengkaran bertahun-tahun dengan teman sekelasnya, inisiatif tawuran antar kelas hingga konseling masalah asmara. Semua ini adalah kesan yang selalu saya ingat dan hampir selalu terulang setiap tahun.

 

Apa yang telah Anda ketahui tentang pembelajaran berdiferensiasi?

Menurut saya pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap siswa. Dengan kata lain, konsep ini berbicara tentang strategi pendekatan untuk memaksimalkan belajar siswa dengan memahami dan melayani apa yang dibutuhkan setiap siswa. Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk mampu memetakan kebutuhan belajar setiap siswa di kelas. Sehingga kecepatan belajar siswa yang berbeda-beda tidak menjadi penghalang bagi guru untuk memaksimalkan layanan belajarnya.

Sekolah Hutan

https://youtu.be/M-UJ8aQaDvA

Setelah menyaksikan video di atas, menurut Anda bagaimana seharusnya pembelajaran itu dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi? (terutama untuk memenuhi kebutuhan belajar murid).


Berdasarkan  video di atas, menurut saya, seharusnya pembelajaran itu dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi dengan mempertimbangkan dan memperhatikan setiap karakteristik yang dimiliki oleh anak didik. Pembelajaran seharusnya dirancang untuk memenuhi setiap perbedaan yang dimiliki siswa. Setiap siswa memiliki kecepatan dan kompetensi belajar yang berbeda-beda pula. Evaluasi tidak boleh disamakan untuk semua siswa karena siswa memiliki kecepatan dan kompetensi serta skillnya sendiri. Rancangan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran seharusnya mendorong siswa untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Sehingga dalam kelas IPA, misalnya, siswa tidak mutlak semuanya harus masuk kedokteran atau teknik sipil. Mengapa? Siswa bisa saja memiliki skill yang mumpuni untuk menjadi seorang chef, pemain musik, penyanyi, desainer grafis, dll. Sehingga guru harus memamahim cara layanan yang berbeda kepada setiap anak dengan kebutuhan belajar dan skill yang berbeda.

Apa yang ingin Anda ketahui lebih lanjut tentang pembelajaran berdiferensiasi?

Different= berbeda. Dari kata ini saya masih penasaran seperti apa trik, strategi dan praktik baik pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dalam kelas, khususnya di kelas dan sekolah saya. Selain itu saya sangat mengharapkan untuk mendapatkan solusi-solusi positif dalam rangka menyelesaikan setiap permasalahan pada anak didik yang berbeda-beda cara, kemampuan dan kecepatan belajarnya.

Share:

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Ilustrasi: Pembelajaran berdiferensiasi mendorong calon guru penggerak untuk konsisten belajar memahami anak didiknya. Sumber: Dok. Pribadi


Konsep ini akan memandu guru untuk mampu melakukan pendekatan yang lebih personal terhadap setiap kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda. Tentunya dalam praktik baiknya di kelas akan menghadapi ragam masalah, namun saya percaya bahwa pembelajaran berdiferensiasi ini akan memberikan ragam solusi pemecahan masalah juga.

Kemampuan seorang guru dalam mengakomodasi kebutuhan belajar siswanya tentunya harus diimplementasikan bukan hanya di dalam kelas namun juga harus memberikan efek positif bagi lingkungan sekolah. Sehingga nantinya guru akan menjadi teladan dalam melakukan praktek-praktek reflektif dalam pembelajaran bagi komunitas pendidik di lingkungan sekitarnya.

Apa yang akan dicapai?

Sebagai Calon Guru Penggerak, kita diharapkan dan dituntut untuk mampu: (1) mendemonstrasikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan; (2) melakukan pemetaan kebutuhan belajar siswa yang berbeda; (3) menganalisis penerapan 3 strategi diferensiasi, yaitu: diferensiasi konten, proses, dan produk; (4) mengimplementasikan rencana pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks pembelajaran di sekolah atau kelas di kelas sendiri; dan (5) menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, mau mencoba, dan berani mengambil risiko dalam menerapkan berbagai ide strategi pembelajaran berdiferensiasi.

Daya Dukung

Dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran berdiferensiasi ini, kita perlu ditopang oleh konsep yang cukup tentang (1) pengertian pembelajaran berdiferensiasi; (2) mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan, dan apa teori yang mendasarinya; (3) bagaimana memetakan kebutuhan belajar murid yang berbeda; seperti apa strategi pembelajaran berdiferensiasi; dan seperti apa contoh - contoh praktek terbaik (best practices) pembelajaran berdiferensiasi dalam berbagai kasus pembelajaran yang banyak ditemui dalam praktek pembelajaran sehari - hari di kelas maupun sekolah.


Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4
Kabupaten Tana Toraja
#MerdekaBelajar
Share:

Sabtu, 22 Januari 2022

PENDIDIKAN HANCUR SAMA DENGAN HANCURNYA SEBUAH NEGARA

Menghancurkan pendidikan berarti menghancurkan sebuah negara

Ameenah Gurib Fakim, Presiden Mauritius.


Apa yang anda ketahui tentang Mauritius?

Mauritius adalah negara kecil di benua Afrika yang menyediakan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi, termasuk tranportasi dari rumah ke sekolah-sekolah digratiskan oleh Negara.

Di Mauritius pendidikan adalah pelayanan yang disediakan Negara untuk rakyat secara percuma dan tidak seperti barang yang diperjual belikan.

Mauritius juga memberikan layanan medis gratis bagi setiap penduduknya, termasuk operasi bedah jantung yang memerlukan biaya besar. Tidak ada bisnis untuk urusan kesehatan rakyat.

Adapun masalah tempat tinggal, apakah anda tahu bahwa 90 persen dari penduduk Mauritius sudah memiliki rumah sendiri? Tidak ditemukan keluarga tunawisma, atau keluarga yang mengeluhkan harga tanah dan properti yang tinggi.

Pendapatan perkapita penduduk Mauritius mencapai 19.600 dolar tanpa harus berbangga bahwa mereka adalah masyarakat yang memiliki pendapatan tertinggi di Afrika.

Mauritius adalah negara terkaya di Afrika padahal negara ini tidak memiliki sumber minyak dan pertambangan. perekonomiannya bergantung pada sumber daya manusia, sektor industri pertanian, dan pariwisata merupakan sumber penghasilan yang luar biasa besar untuk negara ini.

Belanja militer masuk dalam daftar anggaran negara, sedangkan pengeluaran negara digunakan untuk kesehatan, pendidikan dan layanan umum.

Presiden Mauritius Dr. Ameenah Gurib-Fakim memiliki gelar doktor di bidang kimia organik, ucapannya yang paling terkenal adalah: “dunia politik yang memilihku bukan saya yang memilihnya”.

Dr. Ameenah Gurib-Fakim menulis lebih dari 20 buku dan 8 penelitian internasional di bidang ilmu biologi.

Umat Islam merupakan penduduk minoritas, hanya 17 persen dari total jumlah penduduk, meskipun demikian rakyat Mauritius memilih seorang wanita muslimah sebagai presiden mereka, hal itu karena rakyat Mauritius sudah terbiasa hidup damai dan tidak gampang tersulut fitnah keagamaan.

Salah satu profesor di perguruan tinggi menulis sebuah pesan untuk para mahasiswa tingkat kedokteran, megister dan sarjana, dan meletakkan pesan tersebut digerbang kampus di wilayah selatan Afrika yang isinya:

  • Untuk menghancurkan sebuah bangsa tidak perlu dengan bom atom atau dengan roket jarak jauh.
  • Tetapi dengan merendahkan kualitas pendidikan dan membiarkan pelajar berbuat curang.
  • Sehingga pasien meninggal di tangan dokter yang lulus dengan curang.
  • Rumah-rumah roboh di tangan insinyur yang lulus dengan curang.
  • Kerugian harta yang banyak di tangan akuntan yang lulus dengan curang.
  • Agama mati di tangan tokoh agama yang lulus dengan curang.
  • Keadilan hilang di tangan hakim yang lulus dengan curang.
  • Dan menyebarnya  kebodohan diantara pelajar di tangan guru yang lulus dengan curang.


Semoga Bermanfaat


Disadur dari: https://www.femina.co.id/profile/eenah-gurib-fakim--dari-sains-ke-kursi-presiden

Share:

Jumat, 14 Januari 2022

Review Film (Movies)

Contoh 1

REUNI Z 


Orientation:

Reuni Z is a horror comedy film released on April 12, 2018 under the auspices of the production house Rapi Film. The 97-minute film is directed by Monty Tiwa with comedian actor Solih Solihun who also plays the main character in the film. This film was starred by several other artists such as Tora Sudiro, Dinda Kanya Dewi, Cassandra Lee and also involved 150 talents as zombies.

Interpretative recount:

Reuni Z tells about the excitement of the ZENITH High School reunion after 20 years of graduating from school. 4 friends met at the event and felt awkward talking to each other and telling stories, but strangely one of them had changed, namely Mansur, who was once a man, now turned into a beautiful woman. The beginning of the reunion was lively and peaceful. At the end of the event, there was a performance from the Zenith High School Junior Cheerleader Team, but amidst the movement, some of the cheerleaders strangely turned into zombies and attacked all the alumni. The alumni who still survived the zombie attack tried to run and hide in the room. 4 of these friends Jeffri, Lulu, Juhana, Marina and 2 juniors struggled to survive the attack. Finally they returned to the hall and played very loud music because it would make zombies die if they heard a loud or noisy sound, and finally all the zombies died.

Evaluation:

This horror comedy film is sure to make us laugh because of the ridiculous and cuteness of the players and also frightened by the sound and behavior of the zombies. Choosing the right sound / back sound makes this film even more tense.

Evaluation summation:

I recommend the movie Reunion Z for those of you who like horror films plus the comedy that the players do. so that it makes us more curious about the storyline.

Contoh 2 

HABIBIE & AINUN


●Orientation

Habibie and Ainun is a romance film released on December 20, 2012. This 118-minute film stars Resa Rahardian as Habibie and Bunga Citra Lestari as Ainun. This film is based on a memoir of the same name that was written by Habibie about his life story with his late wife, Asri Ainun Habibie.

●Interpretative recount

The film Habibie and Ainun is a love story between Rudy Habibie and Ainun. Rudy Habibie is a genius aircraft expert who has big goals, to serve the Indonesian nation by making airplanes to unite Indonesia. Meanwhile, Ainun is a bright young doctor whose career path is wide open for him. It is said that they had attended school during junior high school. Until one day they met again in Bandung, they fell in love with each other and finally married and flew to Germany.

●Evaluation

This film can make my mood calm, the main character is very deep in his role. Ainun's gentle character carried me into the story. Habibie's struggle in building his own plane can amaze me. The soundtrack, entitled true love by Melly Goeslaw, can color the love story of the two main characters. The director is very good. The dialogue in the story is very inspiring. The two main characters in this film show how sincere love supports one's success.

●Evaluation Summation

I highly recommend this film . This film has a very good storyline because it is very inspiring and has many values of nationalism and high fighting spirit. So it is suitable for teenagers who like to watch romantic films and struggles.

Share:

Kamis, 23 Desember 2021

Aksi Nyata - Budaya Positif

Aksi Nyata - Budaya Positif

 


Budaya positif adalah satu aksi yang perlu dilakukan oleh guru di satuan pendidikan, secara khusus dimulai di dalam kelas. Budaya positif ini dilakukan lewat membangun keyakinan kelas, memenuhi kebutuhan dasar murid, memenuhi kebutuhan dasar murid dan menerapkan segitiga restitusi.

Membangun Keyakinan Kelas

Dalam modul 1.4 pendidikan guru penggerak, budaya positif adalah setiap tindakan atau perilaku yang dilakukan di dalam kelas yang kemudian dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif di kelas. Lingkungan positif ini tercipta manakala perilaku dan tindakan tadi menjadi kebiasaan. Kemudian,

Agar terbentuk budaya positif di kelas, maka pertama-tama guru dan murid perlu menciptakan dan menyepakati keyakinan-keyakinan atau prinsip-prinsip dasar bersama di antara guru dan murid di kelas.

Di sekolah saya, sebelum masuk dalam pendidikan guru penggerak ini, saya telah mencoba membangun keyakinan di kelas yang saya ajar. Misalnya di awal semester tahun ini, pada kelas 10 Bahasa terdapat satu siswa dengan kategori berkebutuhan khusus. Anak ini adalah seorang perempuan. Dia selalu tepat waktu sampai di sekolah dan tidak pernah  tidak datang. Ia tidak bisa menulis di buku tulis, bahkan membuka halaman buku pun ia sangat kesulitan. Mungkin ia memiliki kendala pada penglihatan atau kebutuhan khusus lainnya.

Mengetahui hal ini, saya meminta kepada teman-temannya di kelas untuk memberikan tepuk tangan meriah ketika ia menulis di papan tulis walaupun apa yang ia tulis tidak bisa dibaca sama sekali. Mengapa ini saya minta? Agar ia bisa percaya diri dalam melakukan kegiatan di kelas di tengah keterbatasannya. Saya juga meminta teman-temannya untuk mendukung dia dengan cara memberikan catatan kepadanya untuk difoto copy dan kemudian bisa dipelajari di rumah bersama ibunya.

Menurut saya, ini adalah sebuah keyakinan di kelas dengan nilai tolong-menolong, berbagi dan saling menghargai di kelas. Setiap kekurangan yang terjadi di kelas tidak perlu menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Hingga kini, ia selalu dibantu teman-temannya di kelas ketika belajar. Dan saya simpulkan bahwa ia memang berkebutuhan khusus.

Pernah satu waktu ia tidak mampu menyelesaikan latihan yang diberikan. Latihan sebanyak 4 nomor, ia hanya mampu menyelesaikan satu nomor saja. Ketika ditawari untuk menyelesaikan di rumah ia mengatakan tidak adil. Artinya, anak ini memang bertanggun jawab, namun memiliki keterbelakangan/kebutuhan khusus yang membuatnya lambat dalam merespon pembelajaran.

Memenuhi Kebutuhan Dasar Siswa

Sebagai calon guru penggerak, saya perlu memahami bahwa setiap tindakan dari siswa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Saya juga harus memahami bahwa kebutuhan dasar setiap siswa akan berbeda-beda dengan tujuan agar ia menjadi individu yang selamat dan bahagia, maka kebutuhan dasar harus terpenuhi secara positif. Saya pun harus memahami bahwa kebutuhan dasar dapat dipenuhi dengan cara  positif atau negatif. Bahkan saya juga harus memahami peran sebagai guru, yakni memberdayakan anak agar dapat memenuhi kebutuhannya secara positif.

Di dalam kelas XII MIA 3, terdapat seorang siswa berjenis kelamin pria yang memiliki talenta di musik dan olahraga. Akan tetapi pada beberapa pelajaran ia kurang aktif sehingga ada anggapan bahwa ia siswa yang sedikit malam. Namun, jika kegiatannya terkait musik seperti gitar atau olahraga seperti bola bakset maka hatinya ada di sana.

Pada pelaksanaan mid semester tahun ini, ia mengikuti ujian di lab bahasa. Saya saat itu menjadi pengawas ruangnya. Ia tiba-tba mengatakan bahwa ia sedang tidak akur dengan bapaknya. Saya bertanya, “Mengapa itu terjadi? Apakah ada masalah?” Ia membalas bahwa bapaknya menginkan dia menjadi seorang dokter atau apoteker, namun ia sendiri bercita-cita untuk menjadi seorang pendeta. Ini menjadi pergumulannya hingga kini. Saya pun melanjutkan, apakah bermain gitar ada kaitannya dengan cita-citanya? Ia menjawab ya. Bermain gitar adalah salah satu pelayanan di gereja.



Di sini saya menyampaikan padanya bahwa penting juga untuk memenuhi harapan orag tua. Saya sarankan padanya untuk tetap mengikuti tes kedokteran atau apoteker nantinya sebagai bukti kepatuhan pada orang tua, sambil ia tetap menjalankan aktifitasnya bermain gitar. Nah, pada semester ini juga ada lomba FL2SN dari Kemdikbudristek. Ia terpilih sebagai wakil sekolah. Ia sangat menikmatinya. Saya juga mendukungnya. Kecintaannya pada musik adalah sarananya untuk memenuhi kebutuhan dirinya secara positif.

Mengambil Posisi Kontrol yang Menuntun Siswa

Di kelas tentunya karakteristik siswa beragam. Di kelas XII IPS 1 saya mendapati beberapi siswa pria yang unik. Di kelas begitu aktif, saya tidak tahu apakah sama di bidang studi lainnya. Anak ini tinggal di sekitar sekolah. Pada satu malam, sekitar pukul 11 malam saya pulang dari sekolah. Saya singgah membeli seblak mercon di depan sekolah. Saat itu saya pakai masker dan helm, jadi ia tidak mengenali saya. Ia sibuk bermain game sambil merokok di depan saya. Saya mencolek temannya dan menunjuk dia. Ia kaget melihat saya, dan menyahut, “Wih, pak guru!” Sontak ia membuang rokoknya ke selokan. Saya tertawa dan berujar, “Teruskan saja nak, ini sudah di luar sekolah. Jika kamu menikmati merokok, dan itu adalah kebutuhanmu, nikmatilah, bapak tidak akan marah.” Namun, ia tidak melanjutkan merokok, ia juga tidak kabur dari tempatnya. Kami lanjutkan berbincang sambil  menunggu seblak mercon pesanan saya siap.

Saya melanjutkan, merokok bagi setiap orang tentu memiliki alasan. Ia mengiyakan, dan saya menyambung, bahwa ia adalah siswa, merokok tentu tidak sesuai dengan anjuran dan tata tertib di sekolah. Terlebih merokok bisa merusak kesehatan.

Menerapkan Segitiga Restitusi

Pada satu kasus siswa saya di kelas XII Bahasa, saya berbincang dengan satu siswa saya yang sering melakukan pelanggaran di sekolah. Akibatnya ia sering mendapat poin pelanggaran dari piket. Dua pelanggaran utamanya adalah datang terlambat di sekolah dan salah memakai sepatu. Saya pun melanjutkan bahwa setiap siswa ernah melakukan hal yang sama dan bukan hanya ia satu-satunya yang pernah melakukannya. Lalu, saya bertanya mengapa ia salah menggunakan sepatu dan mendapatkan 5 poin pelanggaran. Ia membalas bahwa saat itu ia kehujanan saat pulang sekolah sehari sebelumnya. Sepatunya tidak kering dan ia memilih menggunakan sepatu lain. “Jika di lain waktu itu terjaid lagi, apa yang akan kamu lakukan?” Ia membalas,”Saya akan tetap menggunakan sepatu yang basah dan mencoba membeli sepatu yang dianjurkan lewat OSIS di sekolah.” Terakhir saya bertanya padanya, “Apa kebaikan yang tercipta jika semua temannya di kelas menggunakan sepatu yagn seragam?” Ia pun berujar, “Akan tercipta keselarasan, kenyamanan dan kerapian pak.”

Saya menutup diskusi kami dengan bertanya bagaimana perasaannya. Ia mengatakan bahwa ia merasa senang telah berbagi cerita dengan saya dan ke depan ia akan berusaha untuk tidak melanggar tata tertib sekolah demi keselarasan di kelas.

Penulis: Yulius Roma Patandean (Calon Guru Penggerak Kabupaten Tana Toraja)


Share:

Senin, 13 Desember 2021

Hasil Penilaian Akhir Semester Ganjil Bahasa Inggris Kelas 11 Tahun Pelajaran 2021-2022

Hasil Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022.









Tetap semangat belajar untuk masa depan cerah.

Share:

Sabtu, 11 Desember 2021

Refleksi Minggu 8 Pendidikan Guru Penggerak

 

CGP menjadi Proktor Utama Tes Seleksi PPPK Guru. Sumber: Dok. Pribadi

11 Desember 2021

Tidak terasa pendidikan guru penggerak angkatan 4 telah berjalan selama 2 bulan. Tepatnya memasuki minggu kedelapan. Tidak terasa ya sudah mencapai ujung tahun 2021. Tapi perjalanan masih panjang, masih tersisa tujuh bulan lagi.

Kegiatan di sekolah saya minggu ini adalah penilaian akhir semester (PAS) ganjil, masih berlangsung dua hari. Namun, fokus saya terbagi karena saya harus berada di lokasi pelaksanaan tes seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Guru Tahap II Kabupaten Tana Toraja. Saya mendapat mandat sebagai proktor utama kegiatan. Di pikiran saya tugas sebagai pengawas ruang pelaksanaan PAS dan sebagai proktor utama tes PPPK gur sama-sama penting. Satu hal yang mendasari saya menjalani kedua tugas itu adalah semangat. Saya fokus menjalankan ekdaunya tanpa ada yang dirugikan. Karena waktunya relative bersamaan, maka saya berkoordinasi dengan ketua panitia PAS untuk mencarikan saya pengawas pengganti dalam ruangan agar saya bisa fokus di tes PPPK guru. Puji syukur, ketua panitia PAS memberi jalan, beliau dengan semangat berujar bahwa menajdi proktor juga penting, karena itu terkait dengan pendidikan.

Ternyata, semangat ini adalah modal utama guru penggerak, yakni semangat belajar. Jadi, semangat bekerja yang ada pada diri saya tentunya bisa berbanding lurus dengan semangat guru penggerak. Interaksi dengan siswa di kelas memang sudah tidak ada. Saya masih rutin menjalin komunikasi di WhatsApp dengan siswa saya. Misalnya, saya berujar, “Belajar itu bukan untuk mencari nilai, bukan untuk lolos masuk perguruan tinggi negeri, tapi belajar untuk bertahan hidup di tengah masyarakat nantinya.” Ini adalah salah satu cara saya memelihara motivasi belajar siswa saya agar mereka jangan belajar hanya untuk menghafal teori agar bisa mendapatkan nilai 100 saat ujian.

Di samping itu saya masih rutin mengecek tugas membuat video berita berbahasa Inggris di kelas XII. Ada beberapa kelompok yang meminta contoh video cara melakukan wawancara. Ada pula kelompok yang mengirimkan tautan video tugas mereka. Di sini saya menyadari bahwa sedikit dem isedikit tindakan saya telah mendisiplinkan siswa saya. Tanpa saya perintah, sudah ada yang mengambil inisiatif sendiri.

Pada modul 1.4 ini saya mendapat banyak ilmu baru terkait perubahan paradigma-stimulus respon dan teori kontrol, arti disiplin dan tiga motivasi perilaku manusia, keyakinan kelas, hukuman dan pelanggaran, kebutuhan dasar manusia, posisi kontrol dan segitiga restitusi.

Kesibukan minggu ini selain menguras tenaga juga menguras psikis dan emosi. Putra sulung saya yang selama saya mendampingi tes seleksi PPPK ikut dengan saya ke lokasi tes. Di sekolahnya juga sementara ujian semester, namun masuk siang. Pada satu kesempatan saya memarahinya karena saya sementara memantau antrian peserta dan ia menangis meminta untuk diantar ke sekolahnya, padahal baru pukul 07.30 sementara jam masuknya pukul 10.00. Berulang kali saya memarahinya bahkan satu kali disertai kalimat yang memuat hukuman.

Wah, ternyata tindakan saya ini bertolak belakang dengan teori budaya positif. Sebenarnya saya malu pada diri saya sendiri. Orang-orang di sekitar saya mengenal saya sebagai pribadi yang ramah, penuh keceriaan dan suka bercanda. Sementara di depan anak saya, ada perubahan sikap.

Katakanlah anak saya mewakili siswa saya saat itu. Jujur saya merasa gagal membuat keyakinan lewat anak saya. Sannksi/hukuman tidak akan banyak mengubah. Lambat laun saya coba membangun komunikasi dengan anak saya dalam bentuk cerita, sesekali saya campur dengan motivasi sederhana. Anak saya terima kondisi bahwa jam belajarnya masih lama. Hari berikutnya hingga hari keempat, anak saya tidak membuat sesuatu yang mengganggu pekerjaan saya di lokasi tes PPPK.

Saya sebagai guru perlu memahami kebutuhan dasar murid saya, dan anak saya telah menjadi sarana untuk memahaminya. Anak saya membutuhkan kasih sayang lewat ungkapan yang ramah dan kesediaan saya mengantarnya ke sekolah. Ia juga butuh penguasaan untuk mengetahu sesuatu yang beru lewat interaksi di sekolah. Dalam mengambil tindakan saya perlu menerapkan posisi kontrol yang tepat. Saya harus bisa menjadi teman bagi siswa, menjadi pemantau, dan manajer dan menghindari menjadi penghukum dan pembuat rasa bersalah.

Restitusi juga sangat penting bukan hanya untuk murid tapi juga untuk diri saya. Belajar dari pengalaman dengan anak, saya perlu menstabilkan identitas diri saya, menanyakan keyakinan atas diri saya dan melakukan validasi atas tindakan saya. Dengan demikian saya bisa menerapkannya dengan lebih elegan kepada siswa saya.

Pada minggu kedelapan ini modul 1.4 mengambil topik Budaya Positif. Judul ini tentunya membawa ilmu baru bagi saya, seperti apa dan bagaimana penerapan budaya positif itu? Secara pribadi pelajaran pada modul ini sangat panjang, disertai dengan latihan dan contoh tindak lanjut serta refleksi. Di tengah tugas dan tanggung jawab selaku guru, saya harus pandai mengatur waktu saya agar setiap tahapan pada modul ini bisa saya selesaikan dengan baik dan maksimal.


Catatan:

Refleks ini mengadopsi Model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)

Penulis adalah salah satu Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Tana Toraja.

Share:

Jumat, 10 Desember 2021

Hasil Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Kabupaten Tana Toraja Hari Keempat

Jumat, 10 Desember 2021 adalah hari terakhir pelaksanaan tes Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Tahun 2021 di Kabupaten Tana Toraja. Sesuai dengan data peserta, hari keempat ini diikuti oleh 122 peserta dengan rincian 100 peserta di sesi 1 dan 22 peserta di sesi 2.

Rekap Hasil Ujian Sesi 1 (Pukul 07.50-10.50)

 











Rekap Hasil Ujian Sesi 2 (Pukul 13.50-16.50)





 

Baca juga:

Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Tahun 2021 hari Pertama.

Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Tahun 2021 Hari Kedua.

Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Tahun 2021 Hari Ketiga.

pedoman penetapan nilai ambang batas (passing grade) seleksi kompetensi PPPK jabatan fungsional guru.

Ada yang Romantis, Ada Juga yang Tangguh pada Seleksi PPPK Guru Tahap II Kabupaten Tana Toraja.



Share:

Kamis, 09 Desember 2021

HASIL SELEKSI PPPK JABATAN FUNGSIONAL GURU TAHAP II HARI KETIGA KABUPATEN TANA TORAJA

Sebanyak 100 peserta mengikuti tes seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II pada hari ketiga pelaksanaan seleksi, Kamis 9 Desember 2021. Pada hari ketiga ini semua peserta adalah perempuan.

Berikut ini rekapitulasi hasil seleksi hari ini.

Rekap Hasil Ujian Sesi 1 (pukul 07.50-10.50)










Rekap Hasil Ujian Sesi 2 (pukul 13.50-16.50)

 Sesi Kedua dimulai pukul 13.50.

 










Baca juga:

Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Tahun 2021 hari Pertama.

Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Tahun 2021 Hari Kedua

pedoman penetapan nilai ambang batas (passing grade) seleksi kompetensi PPPK jabatan fungsional guru.

https://youtu.be/58k2zwj2N8o 


Ada yang Romantis, Ada Juga yang Tangguh pada Seleksi PPPK Guru Tahap II Kabupaten Tana Toraja.



Share:

Rabu, 08 Desember 2021

Hasil Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Hari Kedua

Foto: Dua guru muda peserta seleksi PPPK guru tahap II dari UPT SMAN 5 Tana Toraja. Sumber: Dok. Pribadi


Berikut ini hasil seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II hari kedua (Rabu, 8 Desember 2021) di Kabupaten Tana Toraja.

Baca juga  pedoman penetapan nilai ambang batas (passing grade) seleksi kompetensi PPPK jabatan fungsional guru.

Hasil Seleksi Sesi 1

Sesi 1 diikuti 100 peserta. 












Hasil Seleksi Sesi 2

Sesi 2 diikuti 99 peserta. 1 peserta tidak hadir dengan status tanpa keterangan.










Tetaplah bahagia meskipun hasilnya belum maksimal. Jika belum berhasil, coba lagi di tahap berikutnya.

Baca Juga:

Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II Tahun 2021 Hari Ketiga


Ada yang Romantis, Ada Juga yang Tangguh pada Seleksi PPPK Guru Tahap II Kabupaten Tana Toraja.



Share:

Promo Buku

Promo Buku
Bisa pesan langsung ke Penerbit ANDI Offset atau lewat Penulis (Klik Gambar).

Personal Contact Information

E-mail: romapatandean@gmail.com
HP: 081355632823

About Me

Foto saya
Be proud of the imperfection. It is the true guide to the ultimate welfare of the soul.

YouTube Roma Patandean

Followers

Visitors

Free counters!

Update COVID-19 di Indonesia