Jumat, 27 Agustus 2021

CARA MENDAPATKAN IDE YANG BAIK UNTUK MENULIS BUKU NON FIKSI (1)

Saya pernah mendapat pertanyaan, jika diberi pilihan memilih di antara dua jenis tulisan, menulis buku fiksi dan menulis buku non fiksi, manakah yang saya akan pilih? Jujur saya menjawab: menulis buku non fiksi. Pertanyaan berikutnya, apa alasannya?

 
Dari hati yang paling dalam, saya memilih non fiksi. Buku non fiksi mudah ditulis. Sumbernya tak terbatas, tanpa melalui dunia khayalan. Dari aktifitas mengajar bisa dibukukan, pengalaman jalan-jalan, kuliner hingga memoar, dll.
Menulis buku non fiksi adalah salah satu upaya mencoba memulai tulisan buku. Pikiran Anda selaku penulis pastinya dipenuhi dengan ide-ide sementara yang sifatnya temporer. Ada ide yang bisa langsung dituliskan sementara itu ada pula ide yang tidak serta-merta  menghiasi draft tulisan naskah buku. Jika Anda kesulitan menemukan ide untuk naskah buku Anda, marilah bertanya pada diri sendiri bagaimana cara mengaktifkan pikiran Anda sendiri dan mencoba memulai penulisan naskah bukunya.

Sumber ide

Sebenarnya tidak sulit untuk menemukan sumber ide-ide kreatif, hebat dan brilian. Pertama-tama mulailah Anda bergerak untuk menemukan sumbernya. Sumber ide bisa saja terkubur oleh objek lain, tersembunyi, atau berada di bawah sejumlah hal. Sehingga Anda harus memperhatikan dengan seksama untuk menemukan sumbernya.

Kadang kala seorang penulis menutupi inspirasinya dengan rasa takut dan keraguan akan dirinya. Misalnya, kita mungkin mengubur dalam-dalam di benak kita bahwa cerita lama tidak bisa atau tidak seharusnya kita tulis untuk naskah buku. Padahal pengalaman bisa menjadi sebuah naskah buku dengan predikat best seller.

Baiklah, sebagai upaya percobaan menulis buku non fiksi, berikut ini saya berbagi cara mendapatkan ide menulis yang baik pada naskah buku Anda.

Jelajahi beragam topik

Daftar semua topik menarik yang muncul di benak dan pikiran Anda.  yang mungkin Anda tulis. Jangan menilai mereka atau mengecualikan apa pun yang muncul di pikiran Anda. Pikirkan setiap topik dengan mata tertutup. Tautkan dengan perasaan Anda. Seperti apa perasaan Anda akan topik itu? Apakah topik itu menggairahkan Anda? Apakah tubuh Anda menjadi hangat, dingin, atau merasakan sesuatu yang lain, seperti berenergi, berat, sedih, bahagia, atau bersemangat? Apakah ide mulai muncul di benak Anda?

Topik apa pun yang bertautan dengan Anda secara positif baik secara mental maupun fisik, mereka akan memberikan petunjuk bahwa itu bisa menjadi sumber ide yang bagus untuk naskah buku Anda.

Luangkan waktu

 

Keterlibatan pada kegiatan online , seperti menjadi juri lomba pidato virtual bisa menjadi sumber ide bagi penulis. Sumber: Dok. Pribadi.

Begitu banyak aktifitas setiap hari yang terjadi. Setiap penulis harus mampu memanfaatkan setiap momen sebagai sumber ide. Luangkan waktu untuk membaca, menonton film, mendengarkan video, menjelajahi jejaring sosial, sediakan waktu untuk memasak masakan favorit Anda, habiskan waktu di alam, atau lakukan aktivitas yang Anda suka. Anda bisa melakukan aktifitas forum online yang bisa menjadi sarana mendapatkan ide. katakanlah seperti  mengikuti webinar, mejadi juri lomba pidato virtual, dsbnya. Setiap jejak waktu pada aktifitas harian Anda bisa menjadi uraian konten naskah buku Anda. Saat Anda melakukannya, catat apa yang menarik perhatian Anda. Semua ini memberikan petunjuk tentang di mana letak ide Anda. Secara khusus, tuliskan apa pun yang bahkan samar-samar  sebagai ide yang Anda simak lewat penggalan berita online, media cetak, website, blog dan buku.

Share:
Lokasi: Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Promo Buku

Promo Buku
Bisa pesan langsung ke Penerbit ANDI Offset atau lewat Penulis (Klik Gambar).

Personal Contact Information

E-mail: romapatandean@gmail.com
HP: 081355632823

About Me

Foto saya
Be proud of the imperfection. It is the true guide to the ultimate welfare of the soul.

YouTube Roma Patandean

Followers

Visitors

Free counters!

Update COVID-19 di Indonesia