Minggu, 02 Juni 2013

IBADAH SYUKUR DAN PERAYAAN 100 TAHUN INJIL MASUK GANDANGBATU (100 TAHUN IMG) 2013


IBADAH SYUKUR DAN PERAYAAN 100 TAHUN INJIL MASUK GANDANGBATU, 1913-2013

I. LATAR BELAKANG
        Telah menjadi nyata kebenaran Sabda Tuhan ini, “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan” (Roma.1:16). Sungguh, Tuhan sudah memberkati Toraja, masyarakat dan orang Toraja melalui pemberitaan Injil oleh orang-orang asing yang diutus Tuhan dari berbagai tempat yang amat jauh. Mulai dengan kehadiran beberapa orang guru beragama Kristen asal Ambon, Minahasa, Sangir, Kupang, dan Jawa (anggota Indische Kerk-Gereja Protestan Indonesia) pada sekolah Landschap yang dibuka oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1908 di Toraja, kemudian dilanjukan secara intensif oleh utusan-utusan lembaga pekabaran Injil dari Belanda, yakni Gereformeerde Zendingsbond (GZB).
          Atas pimpinan dan kuasa Roh Kudus, buah pertama dari pekabaran Injil di Toraja nyata pada saat pembabtisan pertama pada tanggal 16 Maret 1913 kepada 20 orang murid sekolah Landschap di Makale oleh Hulpprediker F.Kelling dari Bontain. Tanggal pelaksanaan babtisan pertama inilah yang kemudian dijadikan tonggak sejarah untuk penentuan waktu peringatan masuknya Injil di Toraja.
Selanjutnya pemberitaan Injil dituntun dan diberkati Tuhan melalui berbagai bentuk dan cara termasuk melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta pendirian jemaat-jemaat dan gereja. Beberapa utusan GZB yang namanya tercatat dalam sejarah Pekabaran Injil (PI) di Toraja antara lain: Belksma, Van der Veen, dan A.A. van der Loosdrecht, yang kemudian dianggap sebagai salah seorang utusan zending yang mati syahid di Toraja.
A.A. van der Loosdrech tiba di Rantepao pada tanggal 10 November 1913 dan meninggal dunia pada bulan Juli 1917. Walaupun pemberitaan Injil mengalami berbagai bentuk hambatan, sampai pada terjadinya pembunuhan tersebut, pemberitaan Injil terus berkembang, bahkan wilayah PI kemudian meluas ke wilayah Rongkong dan Seko. Tuhan memberkati Toraja dengan luar biasa., sehingga dalam waktu singkat jumlah orang Toraja yang menerima Injil meningkat pesat, pendidikan maju, dan layanan kesehatan semakin baik. Gereja terus bertumbuh, termasuk dalam hal kelembagaan, dan pada tanggal 25 Maret 1947 Gereja Toraja resmi berdiri sebagai lembaga.
Berkat Tuhan telah melimpah kepada Toraja, masyarakat Toraja, gereja-gereja di Toraja dan orang-orang Toraja, termasuk umat Allah di Gandangbatu. Pembaruan dan kemajuan dalam berbagai bidang telah dinikmati oleh jutaan orang Toraja dan gereja-gereja di  Gandangbatu, baik aspek spiritual maupun dibidang pendidikan dengan semakin banyaknya sekolah dan orang berpendidikan, dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, layanan kesehatan, transformasi budaya sebagai buah-buah Injil, kemajuan ekonomi dll. Tepatlah kalau seluruh warga Toraja secara khusus warga Gandangbatu bersyukur dengan sepenuh hati, termasuk masyarakat secara keseluruhan bahkan lingkungan, pohon-pohon pun ikut bersyukur (Mazmur.96).
Harus diakui, Injil telah membawa perubahan-perubahan besar dan fundamental. Namun demikian, harus pula disadari bahwa ada kekuatan lain yang menyebabkan kemajuan yang telah dicapai disertai juga dengan perubahan-perubahan yang menimbulkan berbagai kecenderungan yang bertentangan dengan Injil. Pekabaran Injil melalui pendidikan telah melahirkan orang-orang Toraja (Gandangbatu) yang cerdas, tetapi tak dapat disangkal bahwa ada saja yang menjadi cerdas tetapi melupakan Tuhan. Ada pula yang ekonominya semakin baik, tetapi kepeduliannya kepada sesame dan lingkungan alam sangat rendah, sehingga kekristenannya tidak nyata dalam pelayanan kepada sesame dan dalam memlihara lingkungan hidup.
Dalam kesadaran yang demikianlah peringatan 100 tahun IMG akan dilakukan dengan penuh sukacita, juga dalam kesadaran penuh dan mendalam atas berbagai tantangan nyata yang sedang dihadapi. Karena itu bersyukur bukan harus berpesta pora, tetapi mengagungkan Nama Tuhan, memuliakan Allah karena karya-Nya, kasih setia-Nya yang menakjubkan bagi Toraja dan masyarakat Gandangbatu. Karena itu, dalam momen yang sama, menjadi penting pula untuk melakukan perenungan dan refleksi atas seluruh kenyataan yang sedang dialami. Censura Morum menjadi suatu ensensi, yang memungkinkan terjadinya retropeksi dan intropkesi sesungguhnya. Dengan jalan itu, komitmen pembaruan diri akan tumbuh dengan dasar yang sejati.
Begitulah kiranya orang Toraja bersyukur, mengaminkan kebenaran Firman Tuhan dan berkomitmen untuk terus bersaksi dan menyongsong masa depan bersama Tuhan. Oleh karena itulah dalam syukuran 100 tahun Injil masuk Gandangbatu, kita akan bersyukur dengan ibadah syukur, bersyukur dalam budaya yang telah diberkati Tuhan, bersyukur dan menampilkan kesaksian melalui karya-karya yang Tuhan telah berkati di Toraja dan dalam masyarakat Toraja, bersyukur sambil berdoa untuk tuntunan Tuhan bagi masa depan pemberitaan Injil di Toraja dan masyarakat Toraja, berdoa untuk terus mencari kehendak Tuhan bagi Gereja ke masa depan, serta bagaimana kita mempersiapkan diri untuk kiranya Tuhan pakai dalam menyongsong masa depan.
Momentum peringatan 100 tahun IMG menjadi kesempatan untuk bersyukur dengan persembahan yang melimpah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk perenungan mendalam, berefleksi dan menguji iman dan pengharapan, membangun dan membarui komitmen dalam pengharapan. Apakah di dalam Iman yang berpengharapan, kita berani dan sepenuh hati mengaminkan, bahwa masa depan adalah pilihan, bukan takdir evolusi. Masa depan ada dalam tangan Tuhan yang penuh kasih dan menghendaki terwujudnya damai sejahtera di bumi, damai bagi semua sebagai buah dari Injil. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan inilah yang terungkap dalam tema : “BERITAKANLAH INJIL DAMAI SEJAHTERA BAGI SEMUA”, dan sub tema: “Gandangbatu Bersyukur dan Bersaksi dengan Penuh Pengharapan”.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
        Syukuran dan perayaan peringatan 100 tahun Injil Masuk Gandangbatu (IMG), dimaksudkan untuk mengajak seluruh masyarakat, warga gereja, dan gereja-gereja di Toraja, dan yang terkait dengan Toraja, mensyukuri berkat dan kasih karunia Tuhan yang telah memberkati Gandangbatu, serta mengajak warga gereja dan masyarakat dengan momentum syukuran dan peringatan ini, berkomitmen untuk terus setia dalam memberitakan Injil, dan dipakai Tuhan menjadi saluran berkat dalam berbagai bidang menyongsong 100 tahun akan datang. Tujuannya adalah (1) Agar seluruh warga gereja dan masyarakat Gandangbatu memahami, menghargai dan mensyukuri bagaimana Injil telah menjadi berkat bagi mereka; (2) Mempersiapkan warga gereja menjadi saluran berkat dan menjadi kawan sekerja Allah dalam menyongsong 100 tahun berikutnya.

III. SUBSTANSI PERAYAAN
        Substansi perayaan meliputi selebrasi, refleksi dan evaluasi dan pembaruan komitmen.

v  Selebrasi atau Perayaan

Dengan perayaan dimaksudkan bahwa perayaan 100 tahun IMG merupakan momentum untuk menyatakan bahwa hidup dengan segala kenyataannya, bagaimanapun, patut dirayakan sebagai pemberian Tuhan yang luar biasa. Dengan perayaan, kita mengalami anugerah Tuhan yang mengangkat kita lebih tinggi, jauh melampaui realitas apapun dalam dunia ini. Di dalam mengalami kasih Allah, kita merasakan hidup menjadi bermakna, bagaimanapun keadaannya. Karena itu tidak ada alasan untuk tidak bersyukur dan membuat suatu perayaan

v  Refleksi

Perayaan 100 tahun IMG merupakan momentum untuk bersama-sama merenungkan dan mensyukuri perbuatan-perbuatan besar Allah kepada orang Toraja selama kurun waktu seratus tahun. Karya terbesar Allah di tengah/kepada orang Toraja adalah terbentuknya sebuah persekutuan baru yaitu gereja (Gereja Toraja dan gereja-gereja lainnya). Melalui persekutuan baru ini, Injil terus diberitakan dan membuahkan pembaharuan di dalam kehidupan amat banyak orang Toraja. Itulah pokok perenungan dan kesyukuran kita (bnd. Mazmur.77:1-21)

v  Introspeksi dan Evaluasi

Marayakan peringatan 100 tahun IMG merupakan pula momentum untuk melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap keadaan/keberadaan serta kinerja kita sampai saat ini. Semua pihak dan komponen masyarakat mesti melakukan introspeksi dan evaluasi, baik secara personal maupun bersama-sama, sebagai komunitas, maupun sebagai lembaga, yang meliputi:
a.    Lembaga gereja (para pendeta dan tenaga-tenaga pelayanan gerejawi lainnya, di segala aras dan ruang lingkup pelayanan : jemaat-jemaat, lembaga-lembaga pendidikan, rumah sakit, lembaga-lembaga gerejawi lainnya)
b.    Lembaga pemerintahan (eksekutif, legislatif, judikatif, serta aparat negara)
c.    Tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, para aktivis kemasyarakatan, dan lain sebagainya.

IV. WAKTU PELAKSANAAN
     Secara keseluruhan, perayaan 100 tahun IMG akan dilaksanakan mulai Januari 2013 dan puncak perayaan akan dilaksanakan pada tanggal 25 s/d 29 Juni 2013.

V. TEMPAT PELAKSANAAN
     Kegiatan-kegiatan perayaan 100 tahun IMG diupayakan akan dilaksanakan di jemaat-jemaat, dan puncak perayaan dilaksanakan di Jemaat Gandangbatu. Ini sengaja dirancang agar perayaan 100 tahun IMG sungguh dirasakan dan dinikmati oleh semua warga Gandangbatu.

VI. KEGIATAN-KEGIATAN

·         Ibadah syukur dalam puncak perayaan 100 tahun IMG
·         Gerakan cinta Alkitab melalui pembagian 100 buah Alkitab
·         Napak tilas IMG
·         Kegiatan kebudayaan
·         Lomba  Kesenian dan Olahraga
·         Gerakan cinta lingkungan melalui penanaman bibit pohon dan kerja bakti massal
·         Pelayanan Sosial
·         Seminar dan Ceramah
·         Malam perenungan bersama
·         Penggalangan dana melalui Gerakan “100”  (seratus ayam, ikan, babi, kerbau, ribu, puluh ribu, seratus ribu, juta, dll) untuk pengutusan tenaga penginjil, beasiswa, pengadaan pelayanan fasilitas kesehatan, pengkaderan pemimpin masa depan, dan penerbitan buku
·         Pawai atau Parade Syukur

VII. JADWAL KEGIATAN

      NOVEMBER 2012      :  Sosialisasi  Tema Sub Tema 100 tahun IMG

        DESEMBER 2012        : Perayaan Natal bernuansa 100 thn IMG (Persembahan khusus       untuk menunjang  pendidikan dan Pekabaran Injil

JANUARI-MARET     : Persiapan pelaksanaan Ibadah Raya I di Makale dan pelaksanaan     Seminar, dan atraksi kebudayaan. Dalam rangka Ibadah Raya I Klasis Gandangbatu menyiapkan 100 orang “To Ma’lullung”, 100 orang “To Menani Penanian Dolo”
                              Catatan:
                              5 orang tiap jemaat dari Klasis Gandangbatu
                              25 perempuan dari Gereja Kibaid/Pantekosta/Katolik untuk “To Ma’lullung”. (10 orang dari Kibaid; 10 orang Pantekosta, 5 orang Katolik)
                             
APRIL – JUNI           : Lomba seni, budaya dan olahraga, pengumpulan persembahan       “sanda saratu atau serba seratus, kebaktian-kebaktian       penyegaran       iman, penanaman 1000 pohon, kerja bakti       massal

JULI-AGUSTUS         : Napak Tilas, Parade Syukur, Ibadah Raya II di Rantepao dan       Gandangbatu
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Promo Buku

Promo Buku
Bisa pesan langsung ke Penerbit ANDI Offset atau lewat Penulis (Klik Gambar).

Personal Contact Information

E-mail: romapatandean@gmail.com
HP: 081355632823

About Me

Foto saya
Be proud of the imperfection. It is the true guide to the ultimate welfare of the soul.

YouTube Roma Patandean

Followers

Visitors

Free counters!

Update COVID-19 di Indonesia